Akhirnya kita berangkat juga, walaupun 2 hari sebelum keberangkatan Sumatera sempat diguncang gempa dan Airport phuket sempat ditutup karena ancaman Tsunami, Tapi toh kita bisa berangkat juga.
Berikut detail perjalanan kita

PLANNING

1. Ticket
Kita dapat Air Asia Big Sale pada 11 Mei 2011. Tiket pesawat ke phuket seharga 140rb. Total untuk 2 dewasa dan 1 infant (saat berangkat berumur 18 bulan) menjadi 1,8 juta saja pp. Sudah termasuk bagasi 20Kg pulang-pergi. Untuk pembelian Hot Seat dan Pre-Booked Meals kita beli sekitar 3 minggu sebelum tanggal keberangkatan. Pertimbangan karena flight lamanya 2 jam 50 menit, dan pengalaman seat biasa ke Bali Januari lalu itu Istri cukup sengsara mangkuin Raka, belum lagi kursi yang di depan recline seatnya, makin makin deh. Untuk Hot Seat dan Meal penambahan 500rb. Jadi total biaya akhir adalah 2,3 juta pp (masih lebih murah lah dibandingkan dengan rate flight ke Phuket di 2012)

2. Packing
Gue rencana mau backpacking ria, jadi kita bakalan non-koper. untuk stay selama 6 Hari dan 5 malam di Phuket – Phi phi, Gue udah rencanain segala sesuatunya dengan mantab. Untuk tas backpack gue menggunakan Deuter Quantum 55+10 L. Carrier yang memang didesain khusus untuk travelling ini yang akan memuat segala pakaian kita. Sebagai Daypack, gue pakai Deuter Giga, ini tas yang biasa dipakai ke kantor untuk bawa laptop. Lumayan bisa muat banyak ini tas. Untuk travelling ini bisa berubah fungsi sebagai daypack dan tas yang dibawa ke kabin pesawat.

Deuter Quantum & Deuter Giga dan juga Zandilac

Lalu bagaimana pakaian gue, Istri dan anak bisa muat ke dalam tas ini dan untuk 6 hari ?
Simple, Komposisi pakaiannya juga sudah dihitung. Sang Ayah hanya membawa 5 kaos, 2 celana pendek + 1 celana pendek yang dipakai saat berangkat, 1 celana pendek untuk tidur, 5 underwear, dan 1 pak underwear disposable isi 7. Istri juga kurang lebih sama. Raka hanya dibawakan 8 Kaos, 2 set baju tidur, 1 celana panjang, 4 celana pendek, 2 swim trunk, 1 selimut, 1 jaket, 1 handuk, dan 14 buah Popok jenis Pants (merk kita pakai Mamy Poko).
Untuk raka berenang kita sama sekali TIDAK menggunakan popok khusus berenang (Swimming Diaper), dengan memakai Mamy Poko Pants sudah sangat memadai, popok ini bila terkena air tidak mengembang, tidak seperti yang non-pants kalau kena air mengembang

Lalu gimana caranya bisa muat ?
Gue pakai yang namanya Vacuum Travel Bag . Caranya adalah dengan membagi secara merata. kelompok baju gue, kelompok baju istri dan kelompok bajunya raka, kelompok popoknya raka, dan kelompok underwear. dimasukkan masing-masing ke dalam travel bag lalu cara membuang udaranya keluar adalah dengan cara digulung. walhasil bisa padat dan dengan mudah bisa diatur di dalam carrier.

Terus apa nggak takut bajunya lecek ?
ya lecek sih udah pasti, tapi ya toh nanti kita pakai juga pasti lecek juga kan ? belum juga kena keringat dll.
Untuk travel ini gue sama sekali nggak pakai/bawa:

  • celana panjang / jeans
  • sama sekali ngga pakai sepatu
  • nggak bawa jaket segala..(wong kebutuhan jaket paling cuman dipake di pesawat, sisanya malah jadi beban)
  • baju yang ga tebel dan celana pendek
  • serta untuk footwear modal sendal jepit buatan dalam negeri sendiri: Zandilac mau gue ajak jalan-jalan ke Thailand.

Ringkas nggak bikin berat, lagian kan kita mau wisata ke pantai, bukan mau kondangan atau acara resmi kan ? ngapain juga mesti rapih-rapih.. sama aja kayak yang sebelum sebelumnya setiap kita ke Bali… hehehehe

Hasilnya setelah packing dan berikut dengan toiletries, berat tas carrier ini total hanya 11 Kg saja (berat bersih Carriernya itu kurang lebih 2 Kg, jadi muatannya hanya 9 Kg)

Kemudian gue pakai strategi Laundry disana nantinya, di Phuket dan Phiphi laundry kiloan harganya 50 Baht per Kg (sekitar 15rb), dengan rencana sekitar 2-3 kali laundry.

3. Hotel
berhubung anak kita masih infant (18 Bulan), dan FYI, Raka masih ASI yaaa :) :) (Alhamdulillah lancar ASI nya) makanya kita milih hotel yang mid-class.. (Maksudnya paling mentok Mid Class hehehe) dan pertimbangan lain bahwa traveling family partner kita salah satunya adalah Ibu hamil (trimester ke-2), makanya kita memilih yang cukup layak dan bersih:

C&N Hotel Patong (direct booking) untuk 13-16 April 2012, kamar VIP dengan rate 1700 baht per malam (dulunya kita pesen kamar double, terus pengen upgrade yang lebih besar, jadinya kena rate 2012). Teman kami menyusul di tgl 15 April, jadi hanya 1 malam menginap di kamar VIP juga.
Ivory Phi Phi untuk 16-18 April 2012, rate 1750 Baht dan sudah kita bayar duluan melalui paypal

Seluruh rate diatas adalah rate High Season (Januari – April).
Kalau mau nyari murah, datanglah di Low Season (Mei – September). Segalanya murah, hotel, tour dll. Karena musim hujan, jadi dipastikan Phuket akan diguyur hujan terus. Satu lagi, bulan Juli-Agustus itu puncak low seasonnya, bagi yang ingin Snorkeling ditemani oleh Ubur-Ubur, silahkan saja, kalau nggak mau dicium sama ubur-ubur, ya jangan main booking tiket pesawat di bulan ini.. Do your research sebelum planning liburan anda :)

 

4. Dokumen yang Dibawa
Dompet: KTP, 2 buah kartu kredit, 1 ATM dan uang
Paspor beserta fotokopinya

5. Uang Yang dibawa
IDR. 400.000 untuk airport tax dan keperluan lain
THB. 14.000 (Rate 1 THB = 304)
USD 300 + backup USD 200 (Rate 1 USD = 9220)

6. Susu Buat Anak ?
NGGAK BUTUH
… Raka Alhamdulillah masih ASI, jadi ngga ada tuh bawa peralatan tempur seperti botol (sorry ya, ngga pake dot), susu formula, termos air panas dan lain dan lainnya…

 

 

AYO BERANGKAAATTT

Jumat, 13 April 2012

beres Sholat Jumat kita langsung berangkat ke Terminal 3 Soekarno Hatta. Sayang sekali 2 teman kita yang seharusnya ikut berangkat di tanggal ini gagal berangkat karena ada keperluan dan menyusul di hari minggu 15 April.

Sesampainya di Terminal 3, kita segera check-in di counter Air Asia. Petugasnya tau tau bilang kalau kita yang bawa infant ngga boleh duduk di hot seat row 14 karena disitu ada emergency exit… ooohh iyah.. ya terus gimana dong?  lalu si mas mas nya memindahkan kita di row 3. seat 3D dan 3F. Lha kok lompat 1 seat? karena bakalan jarang yang mau beli seat di tengah dan cuman 1. Dengan tujuan supaya Raka bisa duduk di tengah.. alias Hot Seat gratisan…

Beres urusan bayar tax, 300rb kita langsung naik ke atas, tak lupa suatu hal yang wajib dilakukan saat di terminal 3… ke Starbucks.. hehehe ngupi ngupi dulu kitaaah. beres urusan imigrasi, kita nunggu di ruang tunggu. Apes deh, kita kena delay 55 menit. Semua yang udah di planning malamnya buat cari makan ke mana itu kayaknya gagal deh, karena begitu mendarat dan sampai ke hotel itu udah kemalaman.

AirAsia.dimana kenyataannya tidak sesuai dengan gambar ini

Sepanjang Flight ke Phuket sering banget diguncang dengan turbulence, haduh kurang nyaman banget, apalagi pas proses landing mulai turunin ketinggian, digoyang terus kena tiup turbulence. Alhamdulillah lancar dan touch down smoothly. saat mendarat kelihatan ada lightning (petir) wah sepertinya rada rada mau hujan nih.

 

Begitu pesawat take off, siap siap buat ngemil deh, Istri pesennya nasi kuning gitu, setengahnya dilahap Raka, beuh laper juga dia, habis itu dia bobo deh. Begitu landing kita buru buru keluar pesawat biar ngga kena antrian panjang di Imigrasi. Sambil nunggu tas kita nongol dari bagasi, gue mampir ke standnya True Move, buat ambil simcard gratis, 2 buah simcard buat blackberry gue dan istri, 1 microsim buat iPad gue. Mbak-mbak true move nya pun menerangkan cara cara aktivasinya, mana ngejelasinnya sampe muncrat segala pun.. eeewwww

True Move Sim Cards

Udah gitu ambil tas dan keluar deh kita dari terminal, disitu udah nungguin bapak-bapak rada gondrong dikuncir. Dia yang jemput kita dari hotel C&N, karena kita menginap 3 malam jadi dapat Airport transfer gratissss.. lumayaaan hemat 500-600 baht. Liat jalanan kayaknya habis hujan nih. Gue tanya ke supirnya, Songkran festival kalau di phuket besok masih ada nggak? dia jawab kalau di phuket songkran cuman 1 hari. yaaahhh (Songkran adalah Tahun Baru Thailand setiap 13-15 April, salah satunya dirayakan dengan water festival alias siram siraman).

Perjalanan menuju hotel sekitar 40 menit, melewati bypass lalu belok arah Patong, melalui jalan bukit dan tikungan-tikungan yang lumayan berbahaya. Serem juga lho… malah ada cewe yang naik  motor gitu pakai hotpants, kaos biasa, ngga pake jaket dan ga pake helm.. weleh… sakti amat nih orang.. ngga takut masuk angin apa… hahahaha, di jalan gue nyempetin ganti Sim card, pulsa yang ada di sim card True Move ini cukup buat satu kali SMS ke Indonesia

Sampai di Hotel, kita disambut resepsionisnya, langsung mulai urusan check-in, 5100 Baht untuk 3 malam, kamar VIP. waku pre-planning dulu, kita sempat book kamar Double di hotel ini 1200 Baht per malam, terus dipikir-pikir biar raka lebih leluasa main, kita upgrade aja deh ke VIP room, sempat full booked VIP nya (karena memang hanya beberapa kamar saja), tapi begitu ada, kita malah dapat rate terbaru dari Hotel, dulunya kamar VIP itu 1400, sekarang naik jadi 1700 Baht, sempet dinego masih boleh nggak dapat rate lama… tapi nggak bisa.. huhuhuh ya sudah deh yang penting raka nyaman. Nah terus si bapak yang jemput kita dari airport kita kelihatan kayak mondar mandir gitu, feeling gue kayak nungguin sesuatu dari gue… oooohhh kayaknya pengen tips dia.. ya udah deh gue kasih 40 Baht, itung-itung dia udah lama nungguin lama juga gara-gara delay. Si mbak resepsionisnya langsung gemes liatin Raka, raka yang cuman cengangas cengenges doang. Terus kita naik deh ke kamar. Hotel ini hanya memiliki 1 kamar VIP di setiap lantai, posisinya persis di depan Lift. jadi lumayan deket banget akses buat naik-turunnya.

Info: Untuk booking hotel C&N ini dilakukan direct, langsung email ke hotelnya dan akan segera dibalas. Tidak memerlukan data Kartu Kredit ataupun Down payment. Mereka hanya membutuhkan tanggal kedatangan, lama menginap, dan nama contactnya. Di C&N hotel ini bisa mendapatkan gratis dijemput di airport bila menginap minimum 3 malam berturut-turut

Kamar kita ada di Lantai 3, kamar 322 (dalam thai: Saam Song Song supaya pas mau ambil kunci di resepsionis mereka udah tau) Masuk ke kamar.. wuaah luas juga nih kamar, lumayan bisa merangkap sebagai ruang bermainnya Raka. Si bell boy menerangkan amenities kamar ini, 2 botol air mineral complimentary dan ngasih tau kalau mungkin akan ngerasa agak berisik karena kamar ini menghadap ke arah selatan, kawasan bangla dan bar-bar yang kalau malam itu udah hingar-bingar ajeb ajeb. Gue bilang aja ah cuek aja, moga moga bisa tidur kok, sambil ngasih tips ke dia. Kita istirahat sebentar, cek cek kamar mandi dan lainnya (kamar mandinya juga gede dong.. bath tub gitu) lengkap dengan toiletries, 2 handuk besar, 2 handuk muka, dan kalau mau ke pantai, hotel juga menyediakan free Beach Towel tergantung di dalam lemari baju. Ok lah hotel ini memang terkesan agak tua, tapi semua fasilitas dan kenyamanan udah cukup banget buat kita.

Untuk Mini Bar hotel ini terbilang lumayan murah, ngga gitu di mark-up banget harganya, palingan selisih 2-10 baht doang dibandingkan dengan beli di Mini market,

NB: 2 foto kamar dibawah ini diambil dari webnya C&N, tapi jangan kuatir.. kenyataannya memang sangat sesuai dengan yang di foto dibawah ini kok, dan dilihat dari pemandangan balkonnya, sama persis ini kamar VIP lantai 3

VIP Room C&N Hotel Patong

Bathroom VIP Room C&N Hotel Patong

Denda-nya Ganas

Gue keluar dulu bentar buat cari pulsa, di deket hotel ada 7 Eleven. nyebrang dulu terus ke kanan dikit ada 1. Gue masuk dan beli air mineral ukuran besar (19 Baht) terus beli pulsa.. ternyata kalau di 7 Eleven itu minumannya harus dibayar dulu, baru kita request beli pulsa, jadi bayarnya ga bisa digabungin. Untuk beli pulsa True Move ini sebenernya bisa menggunakan sebuah kartu kecil di bungkusannya Sim Card  pas kita ambil di Airport, tinggal nunjukin kartu itu ke staff 7 Eleven, mereka pasti langsung ngerti dan isiin pulsa. tapi itu kan buat isi 300 baht, terlalu banyak buat gue,apalagi mau beli pulsa untuk 3 nomer, gue pengennya isi 200 baht di masing masing nomer (cukup untuk 1 minggu). jadi berhubung ngga ada pecahan pulsa 200 Baht, jadinya mesti beli Pulsa 50 Baht + 150 Baht. Mesti pelan pelan ngomongnya ke mereka, jelasin kalau kita mau beli pulsa yang 50 baht dan 150 baht… Dan cocoknya untuk beli pulsa itu jangan malam-malam, soalnya banyak orang yang beli, entah rokok lah minum lah dll kalau nggak penjaga 7 Elevennya gampang betenya hehehehe.. jauh beda sama 7Eleven indonesia

Pulsa yang gue dapet dari 7 Eleven bentuknya kayak struk, dengan tulisan dewa bahasa Thailand dan terlihat 14 digit angka. udah gitu doang

Struk Pulsa dari 7-Eleven, 14 digit angka, sisanya tulisan dewa

Cara isi pulsanya : *123*14 digit pulsa#

Untuk aktivasi BB
3 hari : BB3 kirim ke 92323 (70 Baht)
7 hari: BB7 kirim ke 92323 (160 Baht)

Untuk aktivasi Internet Package (iPhone / iPad)
100 Mb: V1 kirim ke 9789 (129 Baht)
Daily Unlimited: D2 kirim ke 9789 (49 Baht per hari)

Kita mulai keluar buat cari makan dan cek cek kehidupan malam, ngga lupa gue bawa kamera gue deh sapa tau beruntung masih ada sisa-sisa perayaan Songkran. Karena kita udah kemaleman, niatnya mau cari makan malam ke Banzaan Market, ga jadi deh kita coba cari ke Jungceylon, eh ternyata kelihatannya Jungceylon juga udah mau tutup soalnya toko toko dan kios-kios udah pada beberes mau tutup. Akhirnya kita mentok di Burger King deh, nggak jauh beda lah costnya sama BK di jakarta, asal jangan yang ada baconnya ajah.

Sambil makan, ngeliatin 2 orang perancis yang duduk di meja belakang kita, bertelanjang dada, dan tergeletak 2 senapan air berukuran besar di meja. Nggak lama kita lagi makan, salah satu orang perancis itu nyamperin kita, mau ngasih 1 pistol air kecil dan uang 20 Baht ke Raka sambil mengucapkan “Happy New Yeaaaarr…
eeh ? kita yang langsung bengong gitu, Raka yang rada ketakutan tau tau ada orang nyodorin pistol dan uang, dipikir kita orang thailand kali ya, dapet pistol air dan angpao.. hihihih lumayaaan dapet cash back… kita ucapin thank you ke orang itu.. hehehehe

Water Gun & 20 baht.. Lumayaannn

Beres makan kita jalan deh ke arah hotel, tak lupa mengucapkan thank you lagi ke orang perancis yang masih nongkrong disitu. Kita iseng lewatin ujungnya Bangla Road, dan ternyata oh ternyata, di Bangla road masih pada rusuh ngerayain Songkran, pada tembak tembakan pake watergun.. naaaah ini dia niihhh asyikkk masih ada kesempatan liatin suasana Songkran Festival. Langsung deh gue keluarin SLR gue.. (iya.. ga salah baca… SLR) dan mulai jalan pelan-pelan di trotoarnya, kalo gue jalan di tengah udah pasti gue basah kuyup deh.. tapi tetep aja di trotoar itu juga suasananya kurang aman, untung aja karena istri gue lagi gendong raka yang masih 18 bulan, orang-orang juga segan dan ngga tega kali buat nyemprot Istri ama anak gue.. yang ada gue yang kena.. celana sampe basah gini (basah kena aiiiiirrr.. bukan basah karena sesuatu hal lain..).

Ambil posisi di tengah jalan Bangla, gue mulai ambil foto, dan ambil video sedikit dan tepat waktu gue matiin video itu ada semburan air nyasar ke muka gue… amsyong deh.. untung kamera ngga kenapa kenapa, malah ada 2 bule lewat ngeliatin gue megang SLR, geleng geleng mereka sambil bilang “Man you are one crazy tough guy…”  gue cuman nyengir sambil jawab “I knoooowww…” hehehehe. Seru abis ya liatin songkran festival… kita cuman nongkrong selama 30-45 menit di Bangla road, lalu balik lagi deh ke hotel, udah malem jam 11 an dan Raka kayaknya udah ngantuk.

Jualan pistol / senapan air di tengah tengah Songkran festival di Bangla road

Water Fesival (Songkran) di bangla road

Water Fesival (Songkran) di bangla road

Balik ke kamar, lah Raka malah belom mau bobo, malah main main di kamar. Ngumpet ke dalam lemari lah, terus berusaha buka kulkas lalu keluarin deh isi-isinya dan ditata rapih di lantai (kerjaan dia di rumah juga kayak gitu). Dari kamar juga udah sedikit kedengeran suara ajeb-ajebnya dari bar-bar. Tapi nggak gitu ngeganggu kok, masih oke lah, ketimbang acara dangdutan di lapangan deket rumah kalo lagi ada kawinan, hadeuuuh itu sih beneran ngga bisa tidur saking berisiknya.

Sendal kamar yang Unyu-unyu

 

Sabtu, 14 April 2012

Bangun pagi, gue nongkrong di Balkon kamar, ke arah kiri itu bukit yang membatasi Patong Beach, depan kelihatan atapnya Jungceylon, dan di bawah keliatan ada Laundry kiloan.. oh yesss.. itu dia yang gue cari.. deket pun. Ambil ambil foto dikit ah…

Jam 8 kita turun ke bawah untuk breakfast, Mbak-mbak resepsionis itu ada lagi dan manggil manggil raka “Sawat dee kaaa….Sawat dee kaaa...”  Raka yang keliatan bengong ngeliatin itu mbaknya sambil mikir..”ini orang ngomong apaaan lagi….”  beberapa staff hotel pun terlihat gemes sama Raka. Yuk deh kita brekpesss dulu.. Lumayan lho makanannya cukup lengkap lah, ada salad, masakan asia, roti-rotian dan Jus-jusan, dan juga ada station untuk per-teluran seperti scrambled eggs, omelette dan lain-lain, dijaga dan dimasak oleh seorang cowo bertato, kayaknya hampir 1 body tatonya, kelihatan di leher dan tangan kirinya… metaaaaallll..!

Abis sarapan kita udah mau siap-siap jalan…Eh tapi tunggu dulu, ngeliatin si Raka yang berdiri dengan tatapan yang udah kita kenal, hmm curiga gue.. inspeksi dulu.. dan bener dong.. Raka pup.. hihihi ya terpaksa kita naik dulu ke kamar buat bersihin dan ganti popoknya. Terus kita turun lagi, seperti biasa mbak-mbak resepsionis yg manggil manggil raka.

Kita jalan ke arah jungceylon, lalu belok kiri ke Soi Sansabai, disini masih sepi banget kalo pagi, banyak berderet hotel-hotel, beberapa money exchange yang masih tutup, dan beberapa mini market yang sudah buka. terlihat ada mobil yang lagi dijemur interiornya (pintu-pintunya pada dibuka) dan ada kertas tulisan Taxi diatasnya… beuh taxi gelap nih.. dan kayaknya dalemannya basah sisa songkran kemaren.. makanya dijemur hehe.. Terlihat juga motorbike taxi… yang kalau di Indonesia sangat dikenal dengan nama OJEK, gampang kok ngenalinnya, ojek-ojek di phuket ini pasti pakai rompi warna biru, dan tentunya transportasi umum lainnya yang mendominasi Patong beach adalah tuk tuk.. udah cukup dikenal mafianya di dunia. tapi ada juga Bis kota (Song Thaew yang trayeknya hanya Patong – Phuket Town)

Gang depan Lobby Hotel menuju Rat-u-Thit Road

Soi Sansabai

Taxi Gelap Gaul

Soi Sansabai ini tembusannya ke jalan raya lagi, kalau belok kanan, langsung terlihat ada Banzaan Fresh Market… alias pasar, di seberangnya ada Bangla Boxing Stadium. Yuk kita nyebrang ke Banzaan, niatnya mau cari buah buat Raka ngemil, pisang. Pasar ini cukup rapih dan bersih, bangunan 2 lantai dimana lantai dasar ini terbagi jadi 2, untuk buah buahan dan bumbu-bumbu, lalu setengahnya adalah hasil laut. Lantai atas diperuntukan untuk foodcourt dan pakaian. Kita beli pisang buat raka, 20 Baht, terus naik ke atas, lhaa sepi gini, foodcourtnya cuman ada setengahnya dan kios bajunya juga sama setengahnya.

Banzaan Fresh Market

Banzaan Fresh Market: setengahnya sayur dan buah-buahan

Banzaan Fresh Market: setengahnya hasil laut

Banzaan Fresh Market: Lantai Atasnya

Beli Pisang

Tapi Istri juga lumayan dapat 1 baju disini, terus kita turun, beli Kecap Healthy Boy Mushroom titipan kakak gue. 28 baht, beli 2 botol. Habis ini kita balik lagi lewatin Soi Sansabai, habisan kalo mau lewat Jungceylon juga belom buka..kepagian kita. Di Soi Sansabai kita mampir ke mini market, Fresh Mart namanya, ajigile ini mini mart mungil tapi AC nya ada 4 biji, ukuran industrial.. dingin bangeeeettt… Kita terus beli beberapa cemilan dan minuman :
Oreo 2 x 5 baht
Coca Cola Kaleng: 14 Baht
Susu Meiji 200 ml : 12,25 Baht
Pocky: 20 Baht
Air Mineral Nestle: 7 Baht

Di kasir mini mart ini gue kursus kilat dulu sama mas-masnya, pelajarin koin koin recehnya, oo jadi yang koin itu pecahan 10 Baht, 5 Baht dan 1 Baht, kemudian yang kecilnya lagi (sen) itu 50 Satang dan 25 Satang (Bacanya S’tang) oke deh, hapalin dulu, yuk balik ke hotel soalnya nanti jam 11 gue janjian sama Mrs Ladda buat ngurusin tour dan transfer ke phi phi.

Cemilan dan minuman

Koin Koin Baht: 10, 5 dan 1

Koin Koin Satang: 50 dan 25

Balik ke hotel, Raka terus nenen dan langsung molor, emang udah jamnya dia bobo dulu sih. Jam 11an, Mrs Ladda bbm gue kalau dia udah di lobby. sip deh.. gue turun dulu. Ketemu Mrs Ladda kita ngobrol-ngobrol, dia nanyain pas gempa kemaren ngga worried ? engga tuh.. dan dia yang kagum gitu kalo kita tetap aja berangkat .. ya iya lah berangkat aja sih… Kita mulai obrolin rencana tour-tour kita selama di Patong meneruskan apa yang udah kita bahas melalui email. berikut rencana gue:

14 April 2012: Pergi ke Phuket Weekend Market : biaya untuk transfer kesana dan balik lagi ke hotel: 800 Baht
15 April 2012: Siam Safari 4-in-1 Tour  : 2150 Baht per orang berarti 4300 Baht (Raka gratis)
15 April 2012: malamnya jemput  2 temen kita yang nyusul, Airport transfer: 600 Baht
16 April 2012: transfer ke Phi Phi Island: 600 baht roundtrip per orang jadi 4 orang 2400 Baht
18 April 2012: jemput kita di Rasada Pier lalu nyambung City Tour dan nyambung antar kita ke Airport : 2500 Baht

jadi kalau buat keluarga gue doang untuk tour dan transfernya biayanya 7550 Baht (Rp 2.295.200)

Mrs Ladda sempet nawarin ke gue Tour James Bond, 1000 Baht per orang… tapi gue tolak, karena tour itu lamanya terhitung full day, kasian anak gue kecapean kalo selama itu, Mrs Ladda pun mengerti.  Gue sempet nawar untuk Siam Safari nya, tapi memang ga bisa ditawar karena itu safari yang terbaik di Phuket, emang sih baca baca itu operator yang the best kalau urusan safari dan elephant trekking.
Siam Safari ini memang mahal, tapi dia melingkupi tour tour: Pengenalan budaya Thai, sawah, thai coffee dan tea, elephant show, elephant trekking dan diakhiri dengan makan siang diatas kapal Junk

Total transaksi hari itu termasuk dengan biaya temen gue nanti adalah 10.600 Baht, jebret.. dibayar lunas…lalu Ladda menjelaskan semua schedulenya, jam penjemputannya, nanti kapalnya apa dll… dah beres urusan tour, kita ngobrol-ngobrol dulu deh, soal keluarga, terus Ladda cerita kalau anaknya yang kecil itu (cowo) suka ikutan dandan sama Kakaknya yang cewe “He’s becoming a Ladyboy..” sambil ketawa.. gue yang bengong gitu… Lha terus apa ngga kuatir tuh anaknya jadi Ladyboy ?  terus Ladda jawab “no no.. at his age now.. only joking, wait until 10 years old“.. jadi berdasarkan cerita Ladda, kayaknya cowo thailand itu kalau udah memasuki umur 10 tahun itu baru kelihatan jalan hidupnya, mau jadi Cowo Tulen apa Cowo Kemayu.. hadeuuuhhh.. ampyuuun deh aaawww…

Terus gue tanya apakah aman untuk sewa motor disini, Ladda nggak rekomen banget, orang lokal dan turis itu kalau bawa motor suka seruntulan, banyak turis yang mati kecelakaan motor di Patong.. hiii nggak deh.. makasih.. Ladda sebelum pamit jelasin kalau nanti sore jam 17:30 akan dijemput oleh adiknya, NeNee untuk mengantar kita ke Weekend Market. oke deh.. siap siap shopping deh kita.. terus Mrs Ladda pamit pulang dengan motor hondanya. Gue balik ke kamar.

Mrs. Ladda lagi sibuk telpon Siam Safari nya

Begitu Raka bangun, dia udah fresh recharge, oke kita jalan lagi yuuuk.. kita nyusurin Bangla road ke arah Patong Beach
berangkatlah kita, tak lupa diunyel unyel lagi sama mbak mbak resepsionis…
Beneran deh emang orang Thailand suka banget sama anak kecil. buktinya sepanjang Bangla Road, pedagang-pedagang pada gemes gitu liat raka, hihihi.. terus kita ga kerasa sampai deh ke Patong Beach, cuman sayang salah jam nih kita kesini, siang siang ini pantai panas banged, kita cuman lirik sana lirik sini buat liat pantainya, abis itu balik arah deh lewat Bangla lagi, maklum emang kita ngga niat main di pantai sini. Wisata pantai yang sebenarnya nanti pas di Phi Phi Island.. Sambil kepanasan, kita jalan lewatin jalan seteduh mungkin, ke arah Jungceylon, laper bow.. mau makan dulu kita.

Sampai di Jungceylon langsung.. aaaahhh wuaadem rek…mulai deh celingak celinguk mempelajari isi Jungceylon, Raka dari tadi setiap liat topi dia pengen sambil nunjuk-nunjuk, hmm ya udah kita beliin dia topi deh, emang bakalan berguna nih karena panasnya diluar.. 199 Baht buat bayar topi lucunya raka. Terus nanya ke mbak penjualnya Food Court ada dimana, dia bilang ada di Basement. yuuuk turun ke besmeeen.. di bawah banyak toko-toko kerajinan gitu. Ada juga kios yg jual kaos, tapi gue tetep ga interest liatnya. Terus ketemu deh foodcourtnya, Food Haven. Food court dengan sistem pembayaran Cash Card (seperti yang ada di Gandaria City) dengan kios-kios makanan yang beragam. Gue sama istri langsung cari yang sebenernya udah jadi incaran.. makan Tom Yum Goong di negeri aselinya.. hehehe. Dari sekian kios yang ada Tom Yum nya, ada 1 kios yang terjamin halalnya, Islamtai Bangja, ada di pojokan kiri dekat dengan kios minuman.

 Info: Untuk menuju Food Haven ini, begitu masuk Jungceylon dari pintu depan (menghadap Bangla) cari eskalator turun, lalu susuri ke belakang lagi di sisi sebelah kiri

Yuk deh kita minta Cash Card dulu, diisi 300 Baht rasanya cukup. di Islamtai Bangja, kita pesen Tom Yum (120 Baht) dan Chicken Curry With Fried Rice (130 Baht), dan beli minuman disebelahnya Thai Iced Tea ukuran besar (40 Baht).. pas kan ? nyisa 10 baht di kartu. Tak lupa gue pesen ke si ibu yang masakin tom yum, tolong bikin yang pedas .. ditanya sama si bapaknya “Oh you want Sepaisi sir ?”  (nyebut Spicy disini tuh Sepaisi).. gue jawab “yeeess.. make it very very sepaisi..” si bapak itu sempet bengong dulu, abis itu masakan kita dijejelin beberapa sendok cabe.

Islamtai Bangja

Tom Yum Goong very very sepaisi dan Chicken Curry with Fried Rice

Saatnya menyantap.. EH BUSETTT INI TOM YUM PEDES GILAAAKK.. hahahahaha langsung melek deh, pedes dan segerr benerrr.. sampe gobyos keringetan nih makannya wuhuuhhh… untuk Fried ricenya bedua gue sama Raka, secara dia juga suka nasi goreng. Beres makan itu muka udah basah aja keringetan hahaha, top deh, enak banget tom yum nya. Saatnya melanjutkan jalan-jalannya, naik lagi ke lantai dasar Jungceylon terus jalan-jalan ke belakang, naah disini nih lokasi si Kapalnya dengan air mancurnya, suasana outdoor dengan beberapa tempat makan seperti Mc Donalds, Subway (ih sayang ini udah ga ada lagi di Indonesia) ada baskin, ada Sushi Box… (hmmm menarik nih sushi box.. catet dulu deh sapa tau nanti bisa mampir)

Kita lanjutin masuk ke gedung satu lagi, ada Robinson disini dan ada Big C Extra (kalo disini, Carrefour), kita masuk ke Big C nya buat belanja dikit dan niatnya mau cari Pudding buat Raka, ngga ketemu disini, akhirnya beli peralatan buat main pasir untuk Raka, beli cemilan, beli air mineral, total belanja 152,50 Baht. Buat yang mau nyetok air mineral sebenernya disini murah lho, 1 lusin air mineral Nestle dijual kalau ga salah liat itu 51 atau 60an Baht.. murah kan ? Beres belanja disini kita pulang dulu ke hotel buat istirahat biar ada tenaga ke Weekend marketnya…

Mbak Mbak Resepsionis

Mendekati jam 17:30 kita turun ke Lobby, dan seperti biasa, Raka jadi bahan unyel-unyelan mbak-mbak resepsionis.. ternyata apa yang gue baca itu benar ya, kalau orang Thailand itu Love Kids banget, hihih berasa welcomed aja sama mereka. Lalu gue ngeliat Mrs Ladda nongol gitu bawa motor, dia datang ke hotel ini cuman buat ngenalin adiknya ke kita… Halah ini ibu ibu… bela-belain dia dateng dari Phuket Town (rumahnya) ke Patong cuman buat ngenalin adenya… sadis juga nih servisnya..
Terus kita mulai jalan deh, naik mobilnya Nenee, Honda Civic matic, mayan deh nyaman. perjalanan ke Weekend market sekitar 30an menit, sambil ngobrol-ngobrol sama Nenee. terus ngelewatin jalan serem itu lagi, tanjakan dan turunan dan tikungan tajam, wedew…

Pas mau sampai ke weekend market, eeh mulai gerimis, dan rada hujan.. haduuuh apes banget deh, kesini niat belanja malah hujan.. ya udah deh, kita udah janjian buat nelpon Nenee lagi kalau udah minta dijemput balik ke hotel. Mulai deh eksplorasi weekend market.
Sebagai info bahwa gue dan istri itu udah biasa belanja di Cimall dan Otista bandung, jadi tau deh bargain pricenya…
Lalu apa kesimpulannya ngubek ngubek weekend market… Bapak bapak dan ibu ibu sekalian, perlu disampaikan bahwa Weekend Market itu MAHAL-MAHAL.. **menyesal bin suram** barang-barangnya yang yaa gitu gitu aja dan kurang menarik perhatian menurut gue. karena kita udah biasa hunting di ITC dan sisa ekspor hahaha, jadi tau mana jualan di weekend market yang jual baju baru dan mana yang baju bekas alias bal-balan import…
Pedagang disini pun di haggling (Tawar menawar) pun kurang memuaskan, kaos-kaos yang dijual 100-200 baht menurut gue ngga menarik dan biasa aja, baju anak buat raka kelewat mahal.. ditawar juga palingan lebih murah 50 baht.. nanggung ah.. ga asik

Kita cuman dapet beberapa dompet dan tas sebagai souvenir untuk oleh-oleh, itu pun rasanya rada mahal, jadinya beli dikit aja dulu daripada nyesel nanti. Dan dapet topi buat istri.. 190 Baht
Pas sampai kawasan makanan, gue beli Thai Iced tea karena haus, 20 Baht, itu gelas diisi es batu sampe penuuuh banget, terus baru dituangin tehnya, ih dasar, kan jadinya dikit tuh tehnya.. licik juga.. gue bedua minum itu udah cepet habis aja.. gue mau refill lagi, berhubung esnya masih ada (setengah gelas) gue minta ke yang jual buat isi lagi (20 baht) terus udah gue minta supaya jangan ditambahin es batu lagi.. terus kata yang jual “okeeee…” tapi ternyata dia diem diem nambahin lagi tuh es batu sampai gelas penuh… terus tuangin lagi tehnya.. ih sialan, kan diitung-itung jadinya mahal nih teh .. hahahahahah

Weekend Market

Sushi ala Kaki Lima di Weekend Market

terus hujan derasss banget, Kita berteduh di salah satu kios yang kosong, lumayan lah neduh sambil duduk-duduk ngilangin pegel, hujan lumayan lah 30an menit, begitu reda, kita udah siap siap pulang, telpon si Nenee minta dijemput, terus istri ngelirik ada kios buah, ada Durian Monthong, woow.. beli ah yang udah kupasan, gendut gendut… 105 Baht, kita kasih cuman 100 Baht aja, istri juga beli dompet lagi, kali ini lumayan bisa haggling, 4 dompet 100 Baht. Nggak lama Nenee nongol, yuk ah balik ke Patong, mana ngga sempet cari makan malam kan disini, gara gara hujan melulu.

Balik ke Hotel, ganti baju raka dulu yang kering biar ga masuk angin, terus kita lanjutin cari makan malam, targetnya adalah makan seafood di sepanjang jalan Rat-u-thit. karena udah kecapean, udah males milih-milih restonya, dan gue udah keburu habis tenaga buat haggling, jadinya milih mana yang rame deh.. pesen 1 ekor ikan dipanggang dan 1 cumi dimasak garlic dan pepper. Hadeuh ini rasa juga pas pasan gini makanannya, sama 2 nasi dan 2 air mineral, kena vonis 660 Baht.. useless deh.. ngga worthed…Raka aja ga gitu doyan makannya. ya udah deh apa daya udah kelaperan yang penting ngganjel dan balik ke hotel deh istirahat buat persiapan Safari besok

Deretan Seafood di Rat-u-Thit Road

Banana Pancake dan Sate Chicken Wings

Mampir sebentar ke 7 Eleven yang satu lagi buat cari Pudding buat raka, tetep ga ada juga nih disini, apa jangan-jangan orang thailand nggak doyan pudding ya? hehehehe. Sambil jalan balik mampir beli Banana Pancake (40 Baht) dan 2 tusuk sate Chicken Wings (2 x 40 Baht) sepertinya mantab nih buat balas dendam seafood yang tadi. yuk deh bawa ke hotel. Lumayan lah ngenyangin, wingsnya juga oke. Naaah saatnya kita sikat duriannya niih, keluarin dari kulkas dan mulai kita makan… ENG ING EEEENGG… EPIC FAIL..!!! ini durian beneran empuk dan tebel sih dagingnya, tapi ga ada rasanya gini.. hambaaarr.. hahahaha GATOT deh.. Gagal total.. ya udah deh kita bobo ajah… nasiiip

 

 

Minggu, 15 April 2012

Bangun pagi, kita mulai siap siap buat Safariiii yang udah ditunggu tunggu oleh Raka selama ini, liat gajah dan naik gajah.. Tapi sebelumnya gue hunting dulu nih Laundry. Ternyata laundry yang di depan hotel itu tutup 2 hari karena Songkran, dan buka lagi hari ini tapi jam 08:30.. yaaahhh.. padahal kita bakalan dijemput sama Siam Safarinya itu jam 8 pagi, duh gagal deh rencana laundry kiloan.. ya dengan terpaksa gue request laundry ke hotel deh, biar ngga kena charge banyak, yang perlu aja dulu, 3 kaos, 1 celana panjang istri, 1 baju istri, 1 celana pendek, dan 1 stel baju raka. Total kena 160 Baht, eh lumayan lah, ngga gitu mahal nih servicenya hotel.

Terus kita sarapan dulu di lobby, nah beda lagi nih menunya, tapi masih tetap lumayan. beres sarapan kita tinggal nunggu jemputan. Raka belum pup nih, moga moga pupnya nanti deh pas sampai ke lokasi Safari. Teng!, dateng juga orang yang jemput kita, yuk kita buru buru jalan ke mobil jemputannya… yang ternyata bukan mobil… tapi semacam truk dengan baknya yang dirubah jadi tempat duduk dan beratap, seperti layaknya mobil safari gitu. Woooh lumayan nih mumpung masih pagi juga kan bisa hirup udara segar phuket di pagi hari. kita naik dan kebagian duduk di depan. Rupanya kita kelompok yang dijemput paling terakhir, jadi tinggal langsung melesat ke tujuan.

Eh buset ini mobil (truk maksudnya) jalannya ngebut bangett.. wuuuussshhh gitu.. terus dia menuju pantai Karon, nah dari Patong ke karon ini melalui bukit lagi dengan jalan berliku liku, mobil kita tetap ngebut, asli serem banget, lewatin Karon, masih terus lagi menuju Kata, nah.. naiik bukit lagi nih.. belak belok lagi.. kacau bener dah ngebutnya.. Cuman lucunya, ini Ayah dan Ibunya udah pegangan nahan napas gini, lha anaknya malah TIDUR… halah ajaib bener ni anak. Begitu sampai di Kata, dia belok lagi ke jalan yang kecil, yang ternyata merupakan jalan akses ke Big Buddha, makin kecil dan makin serem lagi jalannya, belom lagi ada polisi tidur,, loncat loncat deh kita… Sampai akhirnya gue nyadar, kalo setiap kursi nya ada seatbelt… YA ELAAAHH tau gitu kan daritadi udah dipake ini seatbelt, giliran mau sampe baru nyadar… #dongo

Sampai lokasi kita disambut oleh mbak-mbak yang jadi tour leader kelompok kita, namanya Took Took (yap kayak tuk tuk, kendaraan umum, dimana untuk sekitar Patong = 200 Baht.. mahal) kita dipersilahkan menunggu di basecamp sambil nunggu anggota tour kelompok kita lengkap (masih ada mobil lain yang ngejemput). Kita bengong-bengong dulu, eh Raka baru bangun… (hhh….) terus gue baru nyadar kalau gue ga bawa semprotan anti nyamuk.. adeeeuuhhh.. lupa… terpaksa beli deh di basecamp ini ada yang jual.. 60 Baht, ukuran kecil, langsung deh kita semprot-semprot badan.

Berangkat Safari Dari Hotel Naik Beginian Niiih

basecamp Siam Safari

Begitu anggota tour sudah lengkap, Took Took mulai kasih aba aba kalau kelompok kita sudah bisa dimulai, eeeeh tapi ternyata Raka malah pup.. hiyaaaahhh langsung buru buru kita ke toilet untuk segera bersihin dan ganti popoknya, untung gue selalu bekal kantong keresek kecil warna hitam, ya buat ngebungkus popok kotor ini.. (iya doong kita kan orangnya ngga jorooook, tetap rapih gituu dan biar baunya ga kemana mana), pas kita lagi ganti popok eeh rombongan kita lewat menuju suatu rumah. Ayoooo cepaat hahahaha.. 5 menit kita nyusul, orang orang udah pada nungguin, kita say sorry  ke rombongan, “Diaper Emergency” terus orang pada senyum dan maklum…

Tour dimulai dengan pengenalan budaya Thailand, diajarin dulu cara mengucapkan salam ke orang thailand baik yang diucapkan oleh kaum wanita (selalu dengan akhiran Khaa) dan kaom pria (selalu dengan akhiran Khrap) lalu diperkenalkan dengan Kopi dan Teh khas Thailand, yang selalu menggunakan susu kental manis, lalu ada cemilan dari kelapa, dan potongan kecil wortel, ditaburin gula, hmm rasanya kayak bandros di bandung nih..hehehehe. Lalu Took Took mulai memperkenalkan cara bertani di Thailand, yaaa kita sih kurang lebih sama.. jadi udah bosen liatnya. Begitu ditunjukkan cara membajak sawah menggunakan kerbau, itu kerbau gede banget item.. Raka langsung tertarik tuh, penasaran dia liat kerbau, dilihatin aja terus tuh mahluk.

Terus kita naik gerobak yang ditarik kerbau, beuh Raka seneng banget, sampe dia deketin tuh kerbau saking penasarannya, naik gerobaknya sih gak lama cuman muterin bentar, tapi Rakanya masih pengen naik lagi.. nangis dia.. hahahahah. Terus kita pindah lokasi, kali ini cara menumbuk padi.. zzzzzz ya kurang lebih sama lah ama kita kita hahaha…terus cara marut kelapa dan cara menjadikannya santan dan jadi minyak kelapa.

Kopi dan Teh Thailand

Bandros ala Thailand

Ada yang lagi penasaran sama Kerbau

Naik gerobak…

Lanjut lagi ke cara masak bumbu khas thailand, ada 3 macam bumbu sesuai dengan tingkat kepedasannya, yang hijau biasa untuk green curry itu gak gitu pedas, ada yang merah pedasnya sedang dan ada yang pedasnya woooww…Terus lanjut lagi naik memasuki hutan karet, cara menyadap karet, hooo lucu juga liatin baju adatnya Thailand, naah disini karena di dalam hutan, itu semprotan anti nyamuk yang gue beli itu kayaknya nggak mempan, tetep aja gue digigitin.. nyamuknya gede gede.. nyamuk bangkok neh…hahahhaa.
terus kita pindah lagi ke cara memproses getah karet ini menjadi bahan dasar karet.. nah ini gue ga gitu tau, jadi gue simak aja deh caranya..

Lanjut deh ke Elephant show !! yaaayy.. disini ada dua gajah muda, berumur 4 tahun dan 9 tahun namanya Hachu dan Chunuk.. hihi lucu amat, dikasih tau cara melatih gajah gajah ini dari muda itu gimana, udah bisa melukis, cara mengambil buat dan main bola, cara salam, wah dilihatin aja terus tuh sama raka, ngga bergeming dia. Berhubung raka ini peserta paling mungil diantara peserta tour lainnya, udah duduk di depan, terus salah satu gajah yang nyodorin bola ke raka, bolanya diambil sama istri gue.. terus itu bola diambil lagi, kebayang dong itu belalainya dekeeet banget sama mukanya raka.. begitu bolanya diambil.. Raka langsung nangis ketakutan. hhihihih semua penonton yang langsung “aaaaa” sambil liat ke Raka

Ada salah satu dari kelompok kita, orang Australia, yang nanya “nah nanti gimana dong dia naik gajah” gue jawab aja “dia sih sebenernya udah excited pengen naik gajah, ya semoga ngga kenapa kenapa” (ngomongnya inggris lho, bukan indonesia.. ahahahah) Akhirnya kita nyempetin foto bareng sama gajahnya, Raka tetep ga mau, tapi kita coba convince dia kalau gajahnya baik kok, akhirnya dia mau tuh foto sebentar, sebelum akhirnya dia nangis lagi.. yaaaaahh hihihihih

Gajahnya mau ambil Bola

…. Dan langsung nangis…

Akhirnya mau foto bareng Gajah, sebelum nangis lagi…

Lanjut lagi kita ke 1 rumah lagi, disini baru banyak gajah yang gede gedenya, Raka tetep aja tertarik dan berusaha ngedeketin (lah padahal tadinya udah takut dia) Dia udah ngeliatin ada orang lain yang naik gajah itu, dan dia makin pengen..Took Took sebelumnya menjelaskan soal gajah gajah dewasa, umurnya berapa, bla bla bla gitu deh. terus mulai deh kita Elephant Trekkingnya. Kita kebagian di urutan terakhir, ya udah gpp deh. Sambil nunggu gue beli Coca Cola kaleng 20 Baht, tapi bayarnya pake 1000 Baht.. bwahahahaha maklum emang niat mecahin duitnya aja.. dan haus…  Begitu udah giliran kita naik, harus hati hati nih naiknya.. soalnya tinggi banget. Yaaay jalan jalan kita naik gajah, Raka udah seneng banget dia exciteeed.. tapi excitednya itu hanya berlangsung 10 menit pertama saja, selanjutnya… TIDUR.. wahahahahaha.. bisa bisanya nih anak tidur diatas gajah… waduuuh gimana nih naak Ayah dan ibu udah bayar mahal mahal, kamunya malah tidur, hahaha ya udah deh ayah sama ibu aja yaa yang nikmatin.

Tidur diatas Gajah

Seru deh naik gajahnya, tinggiii banget, nyusurin hutan karet, dan mendaki gunung gitu, bener bener ajib deh, terus sekelibat kita ngeliat pemandangan Chalong Bay, woooww cakep banget, sampai akhirnya Gajah gajah ngumpul di satu daerah yang bisa liat Chalong Bay dengan luaaasss, waaah keren banget deh.. si Kakek Australia itu nyapa kita..”how’s the little man ?” gue jawab.. “nah lu liat aja sendiri.. niih malah ngorok” (beneran ngorok dia) hahahahah, rombongan pada ketawa semuanya. Setelah 30an menit trekking, kita balik lagi ke tempat naik tadi. Habis turun gue kasih tips 40 baht ke “driver” kita

Viewnya Chalong Bay

Dari sini kita balik lagi ke Basecamp, naik gerobak gedeee ditarik sama traktor, (dan Raka pun dari tadi masih tidur, belom bangun juga). Sampai di basecamp, rombongan kita dipecah dua, bagi yang ngga tour dengan lunch, diantar pulang ke hotel. kita-kita yang sama lunch dilanjutkan ke Chalong Pier untuk makan siang diatas kapal Junk. akhirnyaaaa naik mobil ber AC.. ngadeemmmmmm. (dan Raka masih bobo). Perjalanan ke Chalong Pier hanya sekitar 10 menit. Panas banget di dermaga, naik kendaraan lagi sampai ke ujung dermaga terus naik kapal, adem juga disini, terbuka. terus kita makan siang disini sambil kapalnya berlayar muterin Chalong Bay, duuh mantab bener deh.. Raka kebangun, tapi dia minta nenen.. yaaahh..

Alhamdulillah istri ASI masih lancar, jadi kapanpun raka membutuhkan ASI, siap sedia setiap saat. Kita tidak perlu direpotkan membawa beban tambahan perlengkapan susu formula. Sebagai salah satu member dari @ID_AyahASI ya dukungan penuh untuk pro-ASI teruuusss diberikan.

Raka nenen pun bisa dimana aja, karena istri menggunakan Tanktop menyusui buatan salah satu teman kita dari onlinemilkyway.com Jadi mudah banget deh kalau mau kasih raka ASI kapanpun, dimanapun.. (lihat foto dibawah, ada foto lagi nenen di depan bule-bule…)

CUKUP YAAA IKLAN LAYANAN MASYARAKATNYA…
Ayo lanjutin cerita liburan.. wuahahahahahaha

Naik Junk sambil Lunch

View pulau pulai sekitar Chalong Bay

Foto keluarga dulu deh… naik kapal Junk di Chalong Bay

Raka nenen diatas Kapal Junk

Tour pun selesai dan dari Pier, rombongan dipecah lagi jadi dua mobil, sesuai dengan trayek ke hotel masing-masing. Kita kebagian satu mobil lagi sama orang Australia itu, baik banget mereka, care banget sama Raka hihihih. Di mobil kita ngobrol-ngobrol aja deh. nah mulai tuh ngedrop-ngedrop penumpang, yang pertama di Kata Beach, lumayan lah ada tour gratisan lewatin pantai, sambil liatin hotel hotelnya, dilanjutkan di Karon dan terakhir di Patong beach.. kita pun yang terakhir… wooh mereka hotelnya keren keren, sedangkan kita ?? yang paling budget sendiri hahahahahaha cuek deh.

Sampai di kamar kita istirahat dulu, ngadem dan bobo siang deh.. cape juga habis safari.
Sorenya kita melipir lagi ke Jungceylon, kali ini kita mau makan Sushi di Sushi Box. duh gagal total lagi disini, irisan Salmonnya tipiiiss banget..Soyu nya juga hambar ga asin menyesallll… terus kita mau nerusin ke Subway, berhubung hujan.. nggak bisa deh kita nyebrang kesana. Terusin deh ke belakang, liat liat baju, kebetulan ada sisa ekspor disitu, Istri gue lumayan dapet dua baju, gue sempet ada yang gue lirik, cuman sayang ukurannya ga ada buat gue.

Terus kita lanjutin ke belakangnya jungceylon, disitu ada 2 money exchange, nuker dollar dulu kita. Terus istri gue tau tau kepengen makan di McD, mau bales dendam dia, ya udah deh sekalian beli kentang goreng buat Raka. disitu cuman mesen paket aja yang Ayam goreng + Fries + Coca cola, terus ada dips gitu deh, gue nambah dips yang Cheesy seharga 15 Baht. Raka suka banget dong makan kentang goreng dicelup-celupin ke cheesy dipsnya. Habis makan ini gue beli Ice Cream Cone. 15 baht, lebih murah dari Mc D indonesia nih hehehehehe.

nggak berhenti makan kentang sama cheese dip Mc D

Lanjut lagi neh ke Banzaan Market, kali ini versi night marketnya, pas deh udah jam 17:30 udah pada rame disitu, mulai nyusurin dari ujung ke ujung buat pelajarin jualannya apa aja. ada Daging yang mencurigakan, dan ada juga yang seafood dan ayam. Nah di night market ini pengunjungnya kumplit.. ada turis, ada penduduk lokal yang cari lauk, dan ada juga bencong-bencongnya. wahahaha gue keluarin deh jurus candid gue. Di market ini kita beli Cumi dan Gurita bakar.. masing-masing 50 Baht, ukurannya lumayan, ada juga ukuran yang jauh lebih besar.. ukuran monster, satunya 80 baht. Terus beli air mineral 10 baht. nongkrong deh kita di emperan, menikmati makanannya, edan ini sambelnya pedesss banget, bikin panas perut.

Sambil istri liat liat baju, gue cari posisi buat ambil foto Night Market dari atas. terus ketemuan lagi dan gue pengen ngemil banana pancake lagi (40 Baht) dan Teh Tarik (40 Baht) orangnya multi tasking juga nih, sambil dia goreng pancake pesenan gue, dia nyempetin narik tuh teh.. wohohoho.. lumayan enak, crispy deh pancakenya, kita duduk di pinggir kolam buat makannya. Ada 2 bule jerman yang dateng dan duduk makan sate gitu. Tapi udahannya dia cuci tangan di kolam itu masa… eeewww.. gile ini kolam jadi kobokan raksasa kali ya buat dia. Abis itu cape juga (dan kenyang dari tadi makan terus) kita balik lagi ke Jungceylon, foto foto bentar terus jalan, pas waktunya kita buat nonton Atraksi fountain di Jungceylon, keren juga sih, atraksi ini diadakan tiap hari jam 19:00 dan 21:00

Kekarrrrrrrr

Belakang Genic… Belom liat depannya kan ??

Hayo yang mana hayooo…

Pastel Raksasa

Cumi Monster

Sushi anyone ? 7 baht only

Banzaan Night Market

Tariiik maaang

Belakangnya Jungceylon

Di Jungceylon kalau sudah malam banyak juga street performersnya.. menarik menarik deh.. Yuk deh balik ke hotel, istirahat bentar, soalnya 2 temen kita udah mau mendarat. sekitar jam 20:30 temen kita udah mau sampe, Sampai di hotel, laundry kita udah rapih dan wangi oh yess, sip deh..  kita turun lagi ke lobby dan siap siap menyambut. nggak lama mereka nongol deh.. horeee lengkap deh grup kita. mereka juga check in di kamar VIP, tapi di lantai 2. Maklum istrinya Novan bumil.. jadi perlu istirahat dulu. nanti kita temenin makan.

Ternyata raka udah bobo dan kecapean, jadinya gue doang yang nemenin mereka cari makan, cari makan yang deket aja deh, depan hotel ada Mr. Good, chineese Seafood gitu deh. tapi begitu kita lagi mau liat liat menu nya di depan, salah satu penjaga yang ngeliat bumil yang pakai kerudung langsung lambai lambai tangan tanda jangan masuk, gue langsung ngeh dan nanya ke dia “Is there Moo inside ?”  Moo (baca: Muu) itu adalah bahasa Thai untuk Pork atau Babi. Si penjaga itu pun mengiyakan dan bilang ke kita “I am a moslem too, so I know, and it is best that you do not eat here..” wah thx deh udah dikasih warning. yang jelas kalau makan seafood di deretan Rat-U-Thit yang kemaren gue ogah, harga ga sepadan dengan rasa… ya udah deh ke arah Jungceylon, ngelewatin club FBI dengan para ladyboy yang joget joget.. hihiih  karena sudah kemalaman Jungceylon udah keburu tutup.. yaah gagal deh..

Sempat kita mau naik tuk tuk tuh minta dianterin cari makanan halal, tapi ternyata tuk tuk kalau udah jam malam gini, ratenya double… 400 baht (dan itu one-way trip!!).. gebleg.. ga jadi deh kita.. emang sebaiknya ga usah urusan deh naik naik sama mafia ini.. bikin males… Akhirnya kita balik ke hotel, nanya apa restaurantnya masih buka, “ooh still open until midnight” naah ya udah tau gitu makan sini aja dah..
Gue pesen cemilan, Pizza Seafood (yang beneeerr cemilaaaaann gede gini) harganya 200 Baht. Ih ENAK TAU rasanya, tau gitu ngapain susah susah tadi muter muter cari makanan kalo di restoran hotel sendiri juga enak.. hhhhh

Gue sisain pizzanya dan bungkus buat dibawa ke kamar buat Istri. sebelumnya gue request ke receptionist kalau besok pagi pagi kita mau early breakfast, jam 6:30, karena kita harus checkout jam 7 dan dijemput ke Rasada Pier… oke deh, saatnya balik kamar dan mulai Packing tas lagi, sayang kayaknya packingan gue ngga gitu rapih, jadinya kurang sih dan kurang enak di backpack..

 

Senin, 16 April 2012

Bangun subuh subuh terus beberes semuanya untuk siap siap check-out. Kita udah harus turun jam 6:30 buat sarapan. Sampai di lobby kita urusan checkout dulu. Sempet ada salah paham sama petugas resepsionisnya (kali ini cowo karena shift malam) karena setelah mereka cek kamar, mereka ngiranya itu ada Oreo yang punya hotel itu kita makan, gue udah jelasin kalau itu oreo yang kita beli di mini mart. Karena emang bentuk dan ukurannya sama persis. Karena ada keterbatasan bahasa, mereka tetap ngotot kalo itu oreo hotel yang kita makan.. Hhhh ya sudah lah gue bayar, untung cuman 7 Baht. Daripada ribut.. gue udah pernah baca beberapa review beberapa bule yang sempet kena kasus yang mirip saat checkout, ada yang masalah Beach Towel yang hilang lah padahal ada, dan soal air mineral di kulkas yang diminum dan harus dibayar..

Kita sarapan seadanya dulu, ya karena harusnya breakfast itu jam 7, jadi apa yang ada dulu aja kita makan, lumayan ada beberapa main menu yang sudah siap dan roti, salad dan yoghurt udah bisa kita santap. Setelah sampai jam 7 pagi, ternyata jemputan kita belum datang, wah… Ladda pun jam segitu bbm gue untuk ngecek apakah sudah dijemput. Gue bilang belum nih, dia pun langsung ngecek ke driver yang jemput dan tour operatornya untuk cek status. Lalu Ladda report balik ke gue kalau driver lagi di Paradise Hotel nungguin tamu yang belum kunjung turun juga, lah hotel itu kan deket dari sini, Ladda rada sebel gitu, karena tamu yang telat itu urutan pertama dan bakalan kacau ini jadwalnya kalau telat. Kita sih gunakan kesempatan buat sikat lagi sarapannya.

Ladda pun bolak balik cek, mobil pun datang jam 7:20 an, wah telat banget nih, sang supir yang rada kakek-kakek ini pun lanjut ke hotel berikutnya di sepanjang jalan Rat-U-Thit, masih ada 2 rute lagi yang harus dijemput, mana jalannya pelan pun dia nyari nyari alamat. dan orang terakhir yang dijemput itu dia kesasar-kesasar terus sampai ke gang gang kecil. Padahal jemputnya di pinggir jalan raya juga.. hadeuuuh si opa…

Beres kejemput semua kita udah dipastikan telat nih sampai Rasada Pier, kedengeran si driver itu bolak balik di telponin sama tour operatornya nanya posisi lagi dimana. Perjalanan ke Rasada Pier ini kurang lebih 45 menitan, dan harusnya kapal itu berangkat jam 9. Sampai di Rasada Pier itu udah jam 9 lewat. Tour operator yang udah nunggu di parkiran itu langsung bilang ke kita “Hurry.. Hurry..!” ada beberapa orang yang bantu ambil tas tas kita dan lari ke kapal, buset kuli juga tuh mereka… Kita buru buru naik ke kapal dan kapal pun langsung cabut.. huahahahahah  pagi pagi udah stress…

Kapal yang kita naiki ini ternyata Sea Angel Cruise, awalnya kita mau ambil kapal yang jam 11 supaya Novan dan istrinya bisa nikmati Phuket pagi harinya. Tapi Ladda rekomendasikan kita ambil yang pagi, karena bakal pakai Sea Angel Cruise, ukurannya besar dan ini tergolong kapal High Speed, waktu tempuh 1 jam 20 menit, jadi kapal ini 30 menit lebih cepat dari big boat biasa. Jadi biar bisa nikmatin phi phi dari pagi hari, sebelumnya gue konfirmasi dulu ke Novan yang masih di Jakarta, mereka sih oke aja, ya gue rada nggak enak soalnya mereka baru sampai malamnya, pagi pagi udah harus lanjutin perjalanan.

Sea Angel Cruise: Main Deck

Sea Angel Cruise: Lower Deck

Sea Angel Cruise: Top Deck

Lumayan lebar ini kapalnya, berhubung kita telat banget, kita nyaris ngga dapet tempat duduk di dalam, akhirnya nemu 2 seat kosong, pas deh buat Istri – istri kita. Gue sama novan gak apa apa deh berdiri dan sebagian waktu kita pakai nongkrong di luar, mumpung hawanya masih ga gitu panas. Di kapal ini bisa dapat kopi gratis (tapi kopinya nggak enak) dan air putih dingin, sisanya snack snack kita harus beli. Gue beli Pringles 100 Baht, buat cemilan… eh si Raka malah doyan.. haduh salah nih.. padahal itu kan asin rasanya. Ya udah gue nongkrong di dek luar deh buat cari cari bahan buat foto. Di perjalanan udah kelihatan Phi Phi Don dan Phi Phi Lay, naaah ini nih diaaa Main Event kita.. ini baru namanya pantai.. yeaaahh

Nggak terasa kapal udah mulai memasuki Tonsai Bay, penumpang-penumpang yang memang hanya one-way ke Phi Phi ini sudah bersiap siap untuk turun, sedangkan penumpang lain yang mengikuti paket tour dari Sea Angel Cruise ini belum boleh turun karena harus melanjutkan tour. Begitu merapat di Tonsai Pier, kitamengantri untuk turun, Carrier gue dan kopernya Novan kebetulan parkirnya di deket pintu keluar jadi kita tinggal ambil dan turun. ada gerbang masuk dimana kita harus bayar 20 Baht per orang untuk keperluan perawatan pier.

Sea Angel Cruise: Penampakan Tonsai Pier

Hotel kita tidak memberikan layanan pickup di pier, jadi kita harus nyari sendiri hotelnya (udah disediakan petanya di voucher hotel kita), gue dengan pedenya memimpin rombongan kita melewati Main road menuju hotel kita, tapi kok lama lama gue ngerasa kok kejauhan ya jalannya.. Walhasil kita nyasar dong hahaha.. Kita neduh bentar di depannya Perusahaan Scuba yang dikelola oleh bule, kebetulan salah satu bulenya ngeliat kita dan nanyain kita tujuannya kemana, gue sebutin tujuan kita, kemudian dia ambil brosur yang ada peta Phi Phi dan menjelaskan posisi kita sekarang ada dimana lalu mesti jalan kemana, duh baik banget nih hotel, ternyata benar nih kita jalannya keterusan, harusnya belok kiri tadi, hahahaha. Kita say thank you so much ke bule itu lalu kita balik arah, melewati Pasar Tonsai dan sampailah kita di hotel.

Kita langsung tunjukin voucher dan paspor kita untuk check in, lalu pemiliknya menerangkan kalo kita belum bisa check-in karena waktu check-in nya kita itu harusnya jam 13:00 sedangkan kita udah nongol jam 10:30 hahahaha, gak apa apa deh, kita nitipin tas dulu lalu muter-muter bentar, mumpung inget sekalian gue keluarin laundry lagi dan nitip laundry ke hotel, kalau lewat hotel ini laundrynya 60 Baht per Kg, ok deh gpp.. soalnya mesti muter muter dulu buat nyari laundrynya, mending nitip hotel.. Cucian kita 2,0 Kg pas banget.. Kalau mau express 4 jam, ratenya 100 Baht per Kg. gue keluarin deh semua laundry yg ada. terus berberes tas Daypacknya buat siap jalan jalan.

 Info: Untuk menginap di Ivory phiphi, harus minimum 2 malam (mungkin karena masuk high season) dan harus bayar di muka. metode pembayarannya Wire Transfer (Western Union dan kena biaya) dan PayPal (kena biaya juga 300 Baht dari pihak hotel)

Ivory Phi Phi, Depannya Pasar

Kita muter-muter deh, sebenernya akses ke pantai dari hotel deket banget (ke Loh Dalum), tapi kita mau lewatin desanya dan liat liat usaha usaha sekitarnya, jadi kita jalannya ke arah timur. sambil adjust hawa puaanasssnya disini. Hotel kita ini persis di depan pasar Tonsai, tapi ngga ramai seperti pasar tradisional biasanya. kita jalan lagi dan mulai minggalin area pasar, beberapa mini mart seperti Fresh Mart dan 7-Eleven terlihat, ada beberapa ATM dan bank, hotel-hotel budget.

Pulau phi phi ini mau kemana mana serba jalan kaki. tidak boleh ada kendaraan motor disini, hanya Aparat setempat (dalam hal ini POLICE) yang berhak menggunakan sepeda motor. selebihnya adalah Sepeda dan gerobak. gerobak ini ada 2 macam, yang mengangkut tas dan koper tamu yang masuk dan keluar phi phi dari Pier – hotel, dan gerobak yang mengangkut bahan bahan seperti air, es batu, bahan makanan , dll. Baiknya selama jalan di phi phi itu perhatikan jalan depan dan belakang kita, amannya jalan di pinggir aja, karena lalu lintas sepeda dan gerobak disini cukup tinggi. mereka pun pakai klakson mulut, alias teriak untuk menandakan mereka mau lewat, jadi mending minggir aja dulu daripada diseruduk. Makin lama jalannya mulai ngelewatin kawasan restoran western dan european. Rame banget disini, terus kita belok kiri ke arah pantai, dan sampailah kita di Loh Dalum Bay, wooooh manstaabb.. Raka yang ngeliat pantai langsung semangat pengen buru buru main di airnya. Gue cari minum dulu, haus.. nemu Fruit Shake, jadi kayak jus buah lalu di Ice blend gitu, 40 Baht.

Motor di Phi Phi hanya khusus bagi Aparat

Raka udah cebar cebur aja tuh, padahal masih pake baju pergi, jadinya basah deh dia. hahahaha, baru 30 menit kita disitu, eeeh taunya gerimis, dan mulai deras, buru buru deh kita neduh di pinggir pantai. 10 menit reda lagi, masih gerimis, ya udah deh kita jalan balik aja yuk sambil cari makan siang, laper juga, kita cari masakan thai yang murah meriah. Balik lagi melewati kawasan restoran, dan menuju hotel, terus nemu ada warung makan di pojokan, 50 meter dari hotel, dijaga oleh ibu ibu berkerudung. Nah makan disini aja nih. menu di warung ini banyak juga. Istri gue pesen Spicy Noodle With Chicken and Egg, gue pesen Squid with Garlic and Pepper, Novan dan istrinya pesen Tom Yum ngga sepaisi dan Morning Glory alias KANGKUNG. minumnya air mineral dan ice tea.

Nah disini nih lucunya, setelah ibu menerima orderan kita, terlihat anaknya yang cowo ngambil uang terus cabut keluar, gak lama kemudian dateng lagi dan bawa Air mineral dan Lipton Ice tea kaleng buat gue.. Lho… wooh minumannya beli di mini market sebelah.. hahahahaha. Terus si ibu mulai masak, nah si anak cowo ini ngga lama cabut lagi, dan kembali bawa satu ikat Kangkung.. lhaaaa hahahaha jadi warung makan ini bahan bahannya serba beli dadakan di pasar doong. Langsung jadi becandaan deh, kita yang bahas pasti nanti disuruh pergi keluar lagi deh “Otooooong !!! ke pasar ya beli iniiiii….
Eh bener dong pergi lagi dan kembali membawa sebungkus mie instan…
HWALAAAAHHHH namanya aja keren Spicy Noodle with Chicken and Egg, taunya noodlenya ituh mie instaaaann hahahahahah.. haduuuhhh ibuuuuu.
Pas lagi makan, hotel pun mengabarkan bahwa kamar sudah siap, ya udah deh nyantap aja deh..
beres makan minta check, dan total keseluruhan 500 baht, bagi dua jadi 250 baht, yaaa lumayan lah walau rasanya pas pasan.. huhuhu
Balik ke Hotel kita diterangkan dulu sistem securitynya, jadi rata rata hotel budget di Phi Phi itu resepsionisnya tidak 24 jam. Hanya jam 09:00 – 18:30 saja, untung gue udah tau soal hal ini, jadi nyantai aja, Pemiliknya ngasih tau cara masuknya, karena kalau lobby udah kosong, pintu masuk ke area kamar itu dikunci pakai Electronic Lock, setiap kamar dapat key nya buat buka, tinggal tempelin aja terus buka deh pintunya. waaah canggih juga nih hotel.
Setiap masuk ke dalam kita diwajibkan untuk lepas sendal kita, alasannya adalah supaya pasir-pasir tidak mengotori dalam, dan kalau naik turun tangga itu nggak celetak celetok berisik dan mengganggu penghuni lainnya. Kewajiban lepas sendal ini pun juga berlaku di beberapa usaha lain di Phi Phi seperti Toko baju, Tour dan hotel lainnya, hanya Mini mart yang tetap bisa pakai sendal.

Extra Hotel Security

Masuk ke kamar, waaah bersih dan wangi, AC nya dingin,, (dingin banget, kamar mungil tapi AC nya 1 Pk coba) nah Pemilik hotel menjelaskan lagi ammenitiesnya, ada free wifi di setiap kamar yang loginnya boleh diminta di bawah, 1 kamar dapat 1 akses dengan kuota 100 Mb per hari. lumayan kenceng kok. Ada free 2 botol air mineral setiap harinya, handuk kamar tidak boleh dibawa ke pantai. ada Air panas dan LCD TV 32″. Sip deh sudah cukup banget kok buat kita. Istirahat bentar deh ngadem dulu. sorean kita jalan jalan ke pantai lagi. Untuk pantai, kita lebih sering main di Loh Dalum, kalau Tonsai Bay itu ramai lalu lintas Long Tail Boat dan kapal. kita ke pantai deh lewat jalan ke barat, deket banget. pas jalan di belakang Hotel Phi Phi itu ada bakery kecil, jualan roti fresh from the oven 25 Baht, enak banget rotinya kalau masih fresh gini.

Sampai di Loh Dalum Bay lagi kita foto foto, raka main di pantai lagi, ada sebuah Long Tail Boat yang parkir di pantai itu full music, lumayan lah playlistnya. jebur jebur, airnya cukup dangkal di Loh Dalum Bay, jadi bisa main sampai ke tengah, ombaknya pun juga kecil kok. jadi aman buat Raka main main. Ada sebuah Long Tail Boat merapat, habis nganterin turis muter muter, begitu parkir, nahkodanya nyamperin kita menawarkan Long Tail Boat ke Monkey Beach, dekat kok dari pantai, sekitar 5 menit. Dia menawarkan 600 Baht untuk semua, dihitung2 300 baht per keluarga jadi per orangnya 45 ribu… hmmm oke deh kita terima, jalan jalan sore dikit. Tapi gue sama novan balik dulu ke hotel, novan mau ganti seragam, dan gue kudu ambil handuk buat Raka.
balik lagi ke pantai dan kita mulai berlayar ke monkey beach, Raka yang bajunya udah kadung basah kita buka dan diselimutin pakai handuk biar gak masuk angin. Mesin Long Tail Boat ini cukup canggih (mesin mobil), gue tanya ke driver mesin apaan nih…?  Nissan 2007, 2000cc with Turbo engine… gileee badak juga nih mesin buat tenaga kapal, sistem coolingnya pakai air laut, water pumpnya nyedot air laut dan dibuang lagi ke laut.. hohoho.. apa ngga takut korosi ya mesinnya ?

Long Tail Boat – Loh Dalum Bay – Phi Phi

Ortunya gaya.. anaknya Byuuuurrr

Travel Partner kita, sepasang calon orang tua

Long Tail Boat Gahar: 2007 Nissan, 2000cc Turbo Engine

 

Awalnya kita buat ngetest nih, apakah Raka betah di Long Tail boat ini? dan ternyata dia suka dong.. anteng banget dia, nggak seperti januari lalu di bali naik perahu ke Turtle Island dia rewel banget. Perjalanan ke Monkey Beach ga terlalu lama, di pantai ini sepi banget, sayang penghuni monyet-monyetnya lagi ngga ada, pantainya bersih, pasirnya putih dan lembut, airnya jernih dan biru.. wah tenang nih disini sepi.. . Raka balik jebar jebur lagi, mayan lah hampir 1 jam disini, Menjelang maghrib kita balik lagi ke Loh Dalum. Sampai di pantai dan kita turun, si Kapten menawarkan untuk private Long Tail Boat tour, jadi sama kayak tadi Long Tail Boat dikuasain kita berlima. Untuk Half day ke Phi Phi Lay chargenya 1500 Baht, hmmm murces nih, rata rata gue baca di review itu 2000 baht. kalo gitu rata rata per orangnya 110rb buat private tour half day.. mayan nih.. kita coba tawar lagi, tapi katanya itu udah best price.. ya udah lah kita okein aja. Besok pagi kita janjian jam 9 di lokasi yang sama.

Bocah gaya…

Monkey Beach

Monkey beach yang sepi

Mana monyetnya… ndak ada.. lagi liburan

Jauh bener ya… padahal airnya dangkal

Yuk balik ke hotel, mandi dan istirahat bentar, nggak lupa gue beli roti itu lagi 2 biji, dan raka doyan banget, kelaperan dia habis berenang.
Malamnya kita cari dinner, dari siang gue ama novan sempet bolak balik ngelirik sebuah Rumah makan seafood deket hotel, posisina di pasar Tonsai juga. depannya hotel Marine House. Ya udah yuk kita cek cek dulu, di depan warung itu dipajang beberapa hasil laut, ikan, udang, cumi dan ada ikan lele ukuran jumbo yang diimpor langsung dari Krabi. Yang nungguin bapak bapak penduduk asli dan selalu bertelanjang dada menawarkan seafood, dipikir pikir lumayan murah nih, ikan harganya flat rate.. 300 Baht, ngga diitung per 100 gr seperti resto seafood umumnya di Phuket. akhirnya kita putuskan makan disini. sebagai pembuka kita pesan 1 Papaya Salad yang pedas, waw seger banget rasanya dan sepaisii.. Terus makanan kita pesan 1 ekor ikan dibakar (Ikannya guede.. buat berempat + 1 itu lebih dari cukup) , 2 cumi digoreng seperti goreng tepung gitu, 1 mix vegetables (kayak capcay) 2 air mineral, 4 nasi putih.

ESANTHEMROY… murah meriah

Ikan Lele Ukuran Jumbo Import dari Krabi

Pepaya Muda diparut bikin pepaya Salad

Woooowww enak bangeeet masakannya si ibu ini, bener bener top, suasanya warungnya sih biasa aja.. ngga kayak restoran seafood. simple kok. santap daah enak niih.
beres makan kita minta check, total semua 880 Baht, heh ? murah dong jadinya per keluarga 440 Baht (Rp 135.000).. hahaha lumayan banget, nggak kayak seafood terakhir di Rat- U-Thit yang 660 Baht menunya gitu doang, rasanya juga biasa banget pun.
Sebagai info Warung Makan seafood di phi phi ini namanya ESANTHEMROY, kalau liat di peta, posisinya persis di depannya Marine House. okeh ? rekomendasi banget makan disini.

Udah deh kita balik ke hotel karena udah malam, istirahat dulu deh biar besok fresh lagi dan siap muter muter pantai ke pantai d Phi Phi Lay.. yihaaa…

 

Selasa, 17 April 2012

Bangunnya kesiangan, gara gara pagi pagi itu Phi Phi sempet diguyur hujan lumayan deres. setelah siap kita cari makan pagi dulu, cari yang american breakfast deh, di hotel Pemiliknya udah nongkrong dibawah, dia nanya ke kita, tadi kerasa ada gempa ngga? soalnya Sumatera gempa lagi katanya, .. errr engga kerasa tuh, kita tidur soalnya hehehe. Dia rada bengong gitu abisan kitanya kok kalem aja ya, hehe. Sebelum jalan gue nanya ke pemiliknya, disini ada Beach Towel ga? ooh ada katanya langsung ngeluarin plastik gede isi handuk handuk pantai,  Berapa sewanya ? FREE katanya.. wooh lumayan ternyata handuknya gratis. ya udah deh kita ambil 4 biji. terus cari sarapan. udah bawa semua peralatan, handuk dan juga peralatan main pasir raka yang sebelumnya kita beli di Big C.

Nemu sebuah kafe kecil sebelum deretan restoran-restoran breakfastnya sandwich gitu simple simple aja, ya udah kita nyarap disini deh, gue pesen Tuna Sandwich, yang lainnya juga pesen sandwich. Gue mau pesan Hot Coffee, maklum gue kudu kena kopi dulu nih biar bisa seger. Tapi kata si mbak mbaknya “Coffee is finished…”  terus istri gue pesen Hot Chocolate, terus kata si mbak mbaknya “Hot Chocolate also finished…”  maksudnya apa ya.. oalaaaahhh maksudnya HABIIISSS.. ya elah bilangnya finished.. gue kira Kopi dan Coklatnya lagi balapan.. jadinya sapa yang Finish duluan.. hadeeeuuuhhhh.

Beres sarapan udah jam 9:30 nih, rada telat janjian sama si kapten. Yuk jalan, ngelewatin hotel lagi dan lewatin si toko roti itu, ternyata kalau pagi itu rotinya ngga fresh, sisa semalam, mereka baru bikin lagi itu siang – sore. oo ya sudah deh ga jadi beli. Lewatin toko toko baju yang udah pada buka, sampai deh kita ke pantai Loh Dalum, ketemu lagi sama si kapten yang kemarin. Gue tos dulu sama dia, halloo my friend… terus dia balas bilang “Halloo.. Assalamu alaikum..” dan kita balas salam. Gue tanya “Are you all Moslem here?” . dijawab “yeaah yeaah all of the boat driver here are moslem”  wah jangan jangan emang kita dapat special rate sesama muslim kali ya hehe.. Gitu deh emang penduduk mayoritas pulau ini Muslim, lalu sejak Tsunami yang sempat menyapu desa ini, mulai ada pendatang-pendatang luar  dari mainland thailand.

Kapten kita untuk hari ini berbeda, di assign oleh orang lain, item dan berkaca mata item..
Kita pelan pelan naikin istri dan anak kita, dan mulai siap siap jalan. Long Tail Boat yang parkir dan full musik itu tetap kedengeran musiknya, pas kita berangkat justru lagi nyetel lagi Ari Wibowo – Madu dan Racun.. halaah.. ngakak kita dengernya, canggih juga nih lagu klasik ini udah sampai disini.

Let’s Sail..

mulai deh tour pakai Long Tail Boat

Mulai berlayar lah kita…
Mungkin ada yang penasaran kenapa kita ambil Long Tail Boat dari Loh Dalum Bay ? bukannya dari Tonsai Pier itu lebih deket kalau mau ke Phi Phi Ley ??
ya gampang lah, kita justru beda dari yang lain, kalau dari Loh Dalum itu sepi, dan ngga banyak liat kapal lalu lalang, kedua, kita bisa menyusuri pesisir barat Phi Phi Don memang lebih muter jalannya tapi jadi lebih banyak yang dilihat kan pemandangannya, bisa liat tebing-tebing vertikal sepanjang Phi Phi Don, keren banget deh pokoknya. Perjalanan menyusuri phi phi don itu air lautnya tenang. Raka malah tidur dong.. Asyik bener dia nenen di atas Long Tail Boat.. hadeuh ada ada aja. Begitu mulai lepas dari Phi Phi Don, air mulai bergelombang. Tampak dari jauh itu kapal Sea Angel Cruise mendekat, kapal yang kita naikin kemaren nih. Saking cepetnya itu kapal, Long Tail Boat kita mulai jalan perlahan, soalnya itu Cruise buntutnya bikin gelombang guede banget. Begitu Sea Angelnya lewat, gelombangnya mulai mendekat, sang kapiten pun mulai ambil ancang ancang untuk bermanuver, wuidih loncat loncat tuh boat kita ahahahaha, gue yang duduk di ujung paling depan perahu udah berasa naik wahana aja, pegangan deh daripada kelempar keluar hahahaha.

Mulai mendekati Phi Phi Lay, udah mulai kelihatan banyak banget speed boat yang mendekat, yaaah udah pada dateng deh tour yang dari Phuket, bakalan rame nih…
Kita mulai melewati Viking Cave, susah gue ambil foto soalnya goyang goyang banget di perahu. Terus kita lanjutin jalan ke Pileh bay, waah indah juga disini, ngga ada pantainya, tapi bisa nyemplung disini, airnya jernih, setengah jam lah disini. Raka udah bawaanya pengen nyebur, jangan disini nak, nanti aja di Maya Bay.. hihihih…Terus kita lanjutin boatnya ke Loh Samah Bay, disini spot buat snorkeling, air yang jernih dan banyak ikan disini. Tapi rada ramai disini, ada beberapa speedboat yang nangkring dan para peserta tournya pada snorkeling.

Pi Leh Bay

Loh Samah Bay

Loh Samah Bay – Liat ikan ikan

Sesi foto di long tail boat dulu

Terus sang kapiten nanya mau mampir ke pantai kecil itu (di Loh Samah Bay) apa mau ke Maya Bay, kita bilang ke Maya bay deh, tapi dia menjelaskan kalau kita mau merapat di Maya Bay, kita harus bayar entrance fee nya 200 baht per orang.. ooh gitu.. gue baca baca sih katanya engga bayar… tapi kayaknya gue bisa ambil kesimpulan kalau Tour tour speedboat yang ke Phi Phi ini ratenya sudah termasuk fee mendarat di Maya Bay, jadi yang ditagih 200 baht per orang ini khusus bagi pengunjung yang datang menggunakan Long Tail Boat, ya sudah lah gpp, anggap aja buat biaya perawatan pantai yang bagus ini, yang dulunya masih virgin, tapi dirusak oleh pembuat film The Beach itu, struktur pantai dirubah dan beberapa pohon yang ditebang hanya untuk keperluan film. Lalu pemerintah menuntut agar kondisi pantai dikembalikan, tapi hasil restorasi dari pihak film ngga bertahan lama, pohon-pohon pada tumbang dan abrasi pantai… Makanya pemerintah Thailand udah kapok ngasih ijin bikin film di pulau pulau kecil ini. Kamera video profesional pun kabarnya dibanned dari kepulauan ini.

Mendarat di maya bay, sayang pengunjungnya udah mulai ramai, padahal kita niatnya pagi pagi kesini supaya bisa negrasain masih sepi. Raka langsung semangat byur byur deh bareng ibunya. Gue sempetin ambil foto foto sedikit, sayang udah banyak rakyat yang datang, jadinya kehilangan momen deh gue.. Di pantai ini kita bisa jalan-jalan ke dalam, ada fasilitas toilet dan snack shop di pinggiran. Gue sempatin jalan jalan ke dalam, melewati pepohonan rimbun, terus di tengah ada kumpulan kemah, jadi memang ada tour yang menawarkan camping di Phi Phi Lay, dengan fasilitas air bersih dan toilet.kalau terus diikutin jalannya nanti ujung ujung nya ketemu tangga, ternyata nembusnya di Loh Samah lagi

Yang lagi menatap ke Maya Bay

Maya Bay yang Ramay

Sedang Sibuk Sendiri – Maya Bay

Happy Little Family @ Maya Bay

Cukup lama kita di pantai ini, 1 jam an lah, lalu ketemu turis asal Indonesia, Pak Agus dari jakarta, kita ngobrol-ngobrol, kebetulan beliau bersama keluarga tour ke phi phi menggunakan speed boat, dan ternyata kita bakalan 1 flight nih pulangnya, hehehe ya sudah nanti ketemu lagi di Phuket Airport dan ngobrol-ngobrol lagi pak. Setelah puas main main di Maya, kita naik Long Tail Boat lagi balik ke Phi Phi Don, kalau kita ambil Full Day, mungkin perjalanannya dilanjutkan ke Mosquito Island dan Bamboo Island, cuman kasian nanti anak kita dan bumil kecapean. Setelah menyebrangi Laut Andaman, sampai di pesisir barat Phi Phi Don, perahu kita masuk ke pantai yang nyempil di Barat Laut pulau ini, Wang Log Bay, waaaah disini mantab juga ternyata, spot yang bagus juga buat snorlkeling dan sepiiiii banget, ngga ada siapa siapa, palingan cuman 1 Long Tail Boat yang numpang masuk doang tapi keluar lagi. Wah disini indah banget, airnya jernih dan tenang, ikan-ikannya juga banyak pun.. aaah sedap banget disini.

The Beautiful Wang Long Bay

Wang Long Bay – keren kaaan ?

Wang Long Bay: bermain bareng ikan

Cape, abis nenen bobo dulu deh…

Setelah 30 an menit, perut udah mulai lapar, Raka yang sejak cabut dari Maya Bay tidur pules dan belom bangun juga. Yuk kita balik ke Loh Dalum, Sang kapten menyempatkan mampir ke Monkey Beach lagi, kita nggak mau, bilang kalau kemaren kita udah kesini dan balik aja ke Loh Dalum karena udah laper banget. yuuuk… sampai ke Loh Dalum beach, berhubung airnya dangkal karena lagi surut, kita ngga bisa merapat ke pantai, akhirnya turun dan jalan 50 meteran dari pantai, tak lupa mengucapkan thank you ke kapiten yang sudah mengantar kami, dia pun say thank you dan mengucapkan salam. Mari kembali ke hotel, bebersih dan lunch.

Target makan siang kita hari ini adalah western / european, jadi kita jalan kaki ke arah deretan restoran, tapi kita penasaran pengen jalan lurus lagi ke arah utara, menuju viewpoint. (Kita sudah sepakat nggakkan mungkin untuk naik ke Viewpoint, pertama: nggendong Raka, kedua: ada bumil…jadi kita skip aja deh Viewpoint).  Jauh juga jalannya, melewati belakangnya deretan bar-bar Apache, Moken, The Stones, dll. Makin lama kita jalan lah suasananya makin sepi, sampai akhirnya berhenti di Tsunami Center, dekat Tsunami Memorial Park. terus kita puter balik deh. balik ke arah perkumpulan restaurant. Akhirnya kita merapat ke Madame Restaurant, gue pernah baca review-review yang lumayan bagus menegnai resto ini, yuk deh kita coba. lumayan neduh dan adem di dalam. Gue pesen Grilled Salmon with White Sauce Spaghetti and Salad, Raka dan Fifi (istrinya Novan) mesen Fish and Chips, lalu Novan dan istri gue mesen Seafood Fried Rice, minumannya pesen Ice Americano (kopi espresso tapi dijadikan es), Ice Latte, dan mineral water.

Kucing thailand, dipanggil “puuus” ngga disahut..

Makanannya enak enak, terutama grilled salmonnya, sedaaap… fish and chipsnya juga oke.. total kerusakan makan disini kurang lebih 1000 baht, lumayan laah makan berkualitas, terus kita jalan jalan lagi ke arah hotel, tapi rasanya ga pengen balik dulu ke hotel, pengen nongkrong di pantai sambil makan papaya salad sepertinya oke nih.. hahaha jadinya kita ke Esanthemroy lagi, bungkus 2 porsi papaya salad, sampe diajarin sama ibunya cara bikinnya, pakai bawang putih, cabe, kacang tanah, lemon,dan pepaya muda.. woooww.. segaarrr. beres ini kita ke pantai Loh Dalum lagi, cari tempat buat duduk duduk santai sambil nunggu sore disini.

Ternyata kursi pantai dan payung disini mahal juga.. 200 Baht per set (2 kursi dan payung) wah ga jadi deh, tapi kebetulan ada kayak kafe kecil di belakangnya, ada kursi kursi dan meja dan rada neduh, naaah disini aja deh, dengan hanya modal beli ice cream 1 scoopnya 30 baht,, hahahaha duduk deh berempat, Raka kembali main pasir lagi dengan peralatan yang dibawa. Menikmati pantai disini tetap ditemani oleh.. ? yaaak Long Tail Boat full music itu lagi.. hahaha kali ini playlistnya keren keren dan up to date, kita mulai menikmati Papaya Salad di pinggir pantai.. aaah heaven banget deh. Sempet diajak ngobrol sama salah satu penduduk setempat, ngobrolin pandangan Islam kita bagaimana, kita di indonesia ngikutin Mazhab mana, waduh berat berat obrolannya, sampai diundang ke Masjid Phi Phi untuk mengikuti Tabligh selepas Maghrib, di Phi phi ada 2 Masjid.

Spot teduh buat menikmati sore di Loh Dalum

Papaya Salad suegeeerrrr

ngelongo….

seperti biasa.. cinta banget main pasir

mom & me

Habis itu kita cabut balik ke hotel, istirahat sebentar dan nanti dinner kita hunting lagi.
Raka pules banget tidurnya, jadi keluar makan malamnya agak maleman deh. Kita sekarang nyusurin Main road di Tonsai Bay. wah jauh lebih terang disini, kiri kanan ada toko toko, lumayan mahal ah disini tokonya, ga beli apa apa, palingan beli anggur aja sekilonya 200 baht, soalnya raka doyan banget anggur. Lama-lama mulai ketemu deh seafood restaurant berderet di pinggir pantai. Yang gue baca itu restoran di daerah sini itu mahal mahal dan sebaiknya dihindari, iseng liat menunya dan benar dong.. mahal mahal banget…  Terus kita masih penasaran dan akhirnya jalan teruuus sampai ke Kun Va Restaurant, semuanya mahal.. akhirnya kita putuskan balik arah dan kembali ke Restoran favorit kita.. ESANTHEMROY.. hahahahaha

sampai di rumah makan ini agak sepi, karena udah agak malam, kita pesen menu yang ga tanggung tanggung lagi, 1 ikan lagi tapi kali ini di deep fried dan saus asam manis, 2 cumi goreng tepung, 1 porsi King Prawn, 1 Morning Glory (kangkung), 4 nasi putih, 1 sticky rice, 2 air mineral, dan 1 kaleng coca cola. makan besar lagi niiih juragaaannn… total semuanya 1200 Baht (Rp 365.000), puas banget deh..
Jadi kenapa gue memilih porsi Tour yang lebih sedikit, karena lebih baik makan yang mantab deh pokoknya heheheheh.
Balik ke hotel kita packing lagi buat check out besok pagi. Kali ini gue packingnya rapih lagi, ngga buru buru kayak kemarin di Patong. dah semua beres, kita tidur dulu….

 

Rabu, 18 April 2012

Duh, udah hari terakhir aja nih disini, berat hati rasanya udah kudu ninggalin pulau ini,gue pagi pagi melipir keluar buat hunting kopi.. ga tau mau cari dimana gue balik lagi tuh ke kafe dimana Coffee Finished itu, walhasil jam 7 gue MASIH BISA dapatin kopi… AH YEAHH.. NOT FINISHED!! .. scangkir 50 Baht, karena kopi-kopi sini rasanya asam, jadi gue campurin creamer deh biar rada netral.. yuk balik lagi ke hotel

Kali ini Coffee nya belum Finished

Kita turun ke lobby untuk siap siap checkout, jam 08:00 untuk mengurangi beban bawaan, peralatan permainan pasir yang kita beli di Phuket, kita serahkan ke anak pemilik hotel yang masih umur 1 tahun, lucu banget deh. Beres urusan check out, kita jalan ke arah Tonsai Pier, sambil cari sarapan yang ringan, nemu ada warung makan di dekat pier, ada Soup Ayam, ada Gule, ada sandwich, gue pesen gule.. ya ampuuun pedes banget ini gulenyaaa.. gue ngiranya ini gule kambing atau sapi, pas gue tanyain, ternyata ini daging bebek, waaaww,, niiiikmaaaddd.. dapet air es juga buat minum, lumayan seger deh.

Ayo nak, siap untuk jalan lagi ke Phuket ?

Beres makan, bayar, sekitar 250 baht semuanya (4 menu) terus jalan deh ke pier, tepat jam 08:30, kita absen dulu ke petugasnya, lalu ditunjukkan kapal mana yang berangkat ke Phuket, yang satu lagi berangkat ke Krabi. Lumayan boatnya masih sepi jadi bisa ambil tempat duduk di tengah. Jam 09:00 pun kapal mulai berangkat menuju Rasada Pier, gue bbm Mrs Ladda memberitahu kalau kita sudah berangkat dan ditunggu di Rasada Pier jam 11 yaa… okeee katanya…
Big Boat ini jalannya agak pelan, dan lebih goyang goyang ketimbang Sea Angel Cruise. Ah udah deh ga ada excitednya, di boat ini kita ambil kesempatan buat tidur lagi aja deh, raka juga molor ini, zzzzzzz… lumayan 2 jam juga.

Mbak mbak bule ini tidurnya menantang maut

 

Phuket City Tour

Sampai di Rasada Pier, gue buru buru turun ke dek bawah buat ambil carrier (carrier kudu ditumpuk di dek bawah di paling depan) jadi biar ngga lama antri tasnya.. Di Pier kita disambut Billy, suaminya Ladda. Kita lanjutkan dengan City Tour keliling Phuket. Billy komentar kalau kita termasuk customer yang beda sendiri, biasanya dia jemput customernya dari hotel untuk start tournya. Lha kita start tournya dari Rasada Pier.. hehehehe biarin lah ..kita kan unik…

mobil dinas Mr. Billy yang mengantar kita tour

Sebelumnya kita udah bilang ke Billy kalau kita ngga mau ke Big Buddha, selain ngabisin waktu dan berbahaya jalannya, juga ke Sino Portuguese, ga usah deh.. Boro boro ke Pearl Factory.. nggak deh.. nggakkan mampu juga beli mutiaranya… Tujuan pertama kita adalah Souvenir Shop (Phuthai) di daerah Chalong. wah suasananya udah kayak Toko Oleh oleh Krisna yang di Bali nih hihih.. naaah di Wang Talang ini lumayaaan serba muraaahhh, cocok deh buat cari oleh oleh disini.

Beres dari sini kita lanjut ke Wat Chalong Temple, kuil Buddha terindah di Phuket, yuk jalan jalan nih kita ke dalam, banyak patung Buddha, panas banget emang disini, pas siang bolong pun, cukup 30an menit kita disini, perjalanan akan dilanjutkan ke Phang Phong Seafood Restaurant, tapi gue mau beli minum dulu nih disini, Raka haus, Billy udah rada mau buru buru nanti aja minumnya di Phang Phong.. Yeeee… nanti dulu dong booosss.. sabaarr.. anak gue haus neeeh…
Kita mulai jalan ke arah Phang Phong, lucu juga ini suasana jalanan di Chalong ini udah kayak pedesaan aja, perjalanan ke Phang Phong kita ngelewatin Phuket Zoo.. yaa elah kecil amat ini zoonya, untuuung aja kita ga jadi ambil buat mampir ke sini, andalannya hanya atraksi elephant dan crocodile show, selebihnya kalau gue liat liat di youtube, kandanganya disini kecil keciiil, kasian binatangnya.

di depan Wat Chalong

Chalong Temple

Sumpah.. disini panasnya muantabbb

View dari atas

begitulah….

Sampai di Phong Phang, kita last lunch deh disini, dengan view ke arah Chalong Bay, kita mesen khas Thailand lagi, 1 Ikan snapper deep fried dengan Mango Salad, 1 Squid with hot sauce (kurang lebih kayak saus padang lang), 1 asparagus with Shrimp, 1 Tom Yum Soup, 1 bakul nasi + 2 piring nasi, 1 ice coffee , 1 Ice tea, 1 mineral.. enak enaak disini, kita dilayanin sama pelayan lady boy, soalnya yang bisa ngerti inggris cuman dia doang, wek weww… puas juga makan disini, walau kita udah pasti waspada soalnya ikan disini harganya berdasarkan berat per 100 gr. jadi siap siap aja checknya… Check pun datang dengan vonis 1800 Baht.. hahahaha bener kan, tapi gak papa deh, makanannya cukup berkesan kok, kurang lebih sama lah kalau makan di Dermaga di Ancol. Di restoran ini Raka pup, jadi pitstop dulu ke toilet, baru melanjutkan perjalanan lagi.

Semangat banget makan ikan bakarnya

Yaaahhhh.. *tepok jidat* pupup deeehhh

Dari Phong Phang kita menuju Promthep Cape, di perjalanan kita nemu pemandangan yang kurang mengenakkan… ada truk ternak yang isinya Moo… babi dong… GENDUD GENDUD.. huahahahaha sampe ngakak kita, mana pemandangannya (maaf) pantat babi pun.. haduuuuhh baru aja makan dapet Show dadakan kayak begini hahaha terus kita cerita cerita ke Billy kalo kita nggak makan Moo, terus billy bilang “oooh we eat Moo...” yaa oke deeehh… terus kalau bisa kita minta susulin deh truknya, ngga asik banget hahahahaha, pas nyalip truknya yang kita liat asli itu gendud banget.. hiiiihhhhh…

Lalu nemu ada Razia polisi, Billy langsung buru buru pake seatbelt, gue juga latah, tapi kata Billy “its okay, only driver…” aneh bener, kalau di Phuket  itu drivernya yang wajib pakai seatbelt, kalau penumpang depannya ga wajib.. lhaaaa.. Sambil cerita cerita kalau disini tilangnya lumayan, yang jadi inceran itu motor.. kalau mobil ga pake seatbelt, 500 baht (150 rb), kalau motor ga pake helm.. 500 baht… kalau ga punya SIM… 500 Baht… oooh jadi kalau disini itu Tilangnya “Serba 500 baht” ya bos ? flat rate semua rata.. hahahahah ada ada aja…

Sampai di Promthep Cape itu ternyata sebuah viewpoint,bisa ngeliat pemandangan di Rawai Beach dan Naiharn beach. Terus kita lanjutin dengan menyusuri pantai-pantai, Kata, Karon dan Patong. melewati Kata, kita papasan dengan lokasi Elephant Trekking, ooh jadi kalau kita mau ambil hanya Elephant trekking yang 500-550 Baht itu dibawanya kemari… beda sama yang Siam Safari .. lagian gajahnya terlihat lebih kecil disini. kasihan juga.

Udah tinggi… panas pun…

Karon Viewpoint

Sampai di Karon, kita mampir ke Karon Viewpoint, disini kita bisa liat pantai Karon dan Patong dari atas, jalanan di sekitar sini juga berbahaya, malah tadi sempet kita nyaris nabrak motor (cewe) pas mau belok ke Viewpoint gara gara tuh cewe malah nyalipnya dari kiri, ngoceh si Billy, pasti bukan orang lokal, soalnya nyalipnya dari kiri.. bloon juga tuh orang.. nyaris aja dia kecelakaan. Terus kita turun ke Patong beach, biar Novan dan Istrinya bisa lihat suasana pantai pantai sini deh, lumayan kan.  Di Patong beach agak macet soalnya lagi ada pelebaran jalan, lalu banyak berjejer moge-moge disepanjang pantai, oooh iyaa, weekend nanti mau ada Phuket Bike Week, jadi moge-moge dari Thailand, Malaysia sampai Singapore pada berdatangan kemari. duuh sayang kita udah harus balik ke Jakarta.

 

Snack Shop dan T-Shirt Factory

Habis ke Patong, kita bergerak ke arah bypass, ke Snack Shop, disini bisa belanja macam-macam, ada Cashew Nut berbagai rasa, gue ambil rasa seaweed dan wasabi lumayan rada mahal ini kacang, 215 Baht untuk ukuran 200 gr. hahaha, beli beberapa cemilan dan sambel terasinya (sambelnya 130 Baht). Lalu lanjut lagi nggak jauh dari situ ada T-shirt factory, namanya Madunan, dikelola oleh orang malay dan keluarga, sebagian besar adalah asli phuket tapi mahir bahasa Malay. Disini Kaosnya BARU KUALITAS BAGUS, bahannya oke banget tanpa jahitan, sablonan oke, harga murah banget, Madunan ini juga merupaka produser untuk official Hard Rock Cafe Phuket T-shirt, dijual disini seharga 199 Baht! kebayang kalau kita nyamperin Hard Rock Cafe nya lalu beli kaos disana kenanya bisa diatas 250 baht, kaos lainnya berkisar dari 149 – 169 Baht, berbagai desain unik dan ukuran. ada kaos untuk anak-anak pun. Istri gue langsung borong kaos buat anak gue dan oleh-oleh buat keponakan.

 

Pornthip Sea Store

Pornthip Sea Store

Di Madunan, kalau beli 10 item (entah item apa aja terserah yang penting jumlahnya 10 biji) akan GRATIS 1 untuk item terbanyak (misal kita borong kaos, lalu kaos ukuran kecil jumlahnya paling banyak, dan total semuanya 10 item, maka bisa dapat 1 kaos anak gratis bebas pilih) Wuah LUAR BINASA !! Sang pemilik menjelaskan kalau mereka disini murah, karena gedung milik mereka sendiri, produksi kaos juga di belakang (kelihatan), dan kalau malam toko ini tutup dan mereka buka kios di Patong beach, hanya saja disana jauh lebih mahal (menjadi rata-rata 250 Baht) karena disana mereka keluar biaya untuk sewa tempat.
Kita asyik milih-milih dan sedikit dikejar waktu karena kita udah harus segera ke Airport (sudah hampir jam 5 sore, flight kita 19.20) Kata Billy kita beruntung banget karena pas kita datang pas lagi sepi, biasanya rame terus ini toko. Eeeh pas kita lagi asyik santai milih, tiba tiba datang 1 bis rombongan turis!, hwaduuhh kita buru buru milih dan lari deh ke kasir, keburu rame dan ngeri ngantri di kasir.

Madunan bisa menerima berbagai mata uang untuk pembayaran, salah satunya pakai Rupiah, untuk 100.000 setara dengan 300 Baht, ya lumayan lah, bisa juga bayar pakai kartu kredit tanpa dikenakan surcharge 5%. Nah kita belanja 10 item. total adalah 1060 Baht !! woowww.. udah gitu gratis 1 kan ? menurut hemat saya, menurut irit saya dan menurut kalkulasi saya.. jatohnya untuk 11 item itu rata rata 1 kaos adalah 96,37 baht, sooo…. 96,37 x 304 = Rp 29.294 . Wuahahahaha.. jadinya lebih murah kan dari rata rata kaos di Patong yang paling murah 100 Baht tapi desainnya enggak banget… wah wah wah penantian gue dan menahan diri untuk nggak beli beli kaos terbayarkan juga, dapat murah dengan kualitas okeyyyy…

Berhubung sisa baht kita tinggal 500, sayang kalau dipake, mending buat pegangan pas di airport. Bayar pakai batman deh (Maksudnya Kartu Kredit batman-nya BCA), gesekkkkk bebas surcharge 1060 Baht… Walhasil statement transaksi setelah di cek di klikbca adalah Rp 320rb, sehingga kalau dihitung kursnya lumayan bagus.. 1 baht nya Rp 302.. hihihihi asyiiiikkk

 

Phuket International Airport

Puas deh belanjanya…Ayo kabooorrr ke Airport, Billy langsung keluarin jurus supir mayasari bhaktinya dan tancaaap ke Phuket International Airport. Sampai Airport masih bisa santai santai, setelah checkin, masih ada sisa 500 Baht dan recehan logam, ya udah deh beli Subway 2 biji, sisanya 150 Baht, ini uang jadi kuncian gue buat beli kopi didalam habis imigrasi (kalo ada). Beres lewat imigrasi, lewat security check, ada mbak-mbak petugas yang pegang metal detector, tampangnya rada galak gitu, tapi begitu Raka nongol dan lewat , mereka langsung berubah jadi Gemes Mode… walhasil untuk kesekian kalinya anak gue du Unyel unyelin… haduuuhhh dasar nih orang Thailand, hihihih

Nggak jauh kita ketemu sama pak Agus lagi, kita dikenalin sama sesama orang Indonesia lain, pak Sandy Wong, mereka ingin referensi soal liburan menginap di Phi Phi, silahkan bapak-bapak dibaca blog saya ini, mohon maaf ya bahasanya seadanya.. hehehehe.

Deket situ nemu Coffee World.. NNNAAAAHHH ini diaaa yang dicari, untuk Cappuccino ukuran ALTO (pokoknya ukuran paling BESAR.. 16 oz..alias nyaris 500 ml ) itu 155 Baht.. PAS PAS PAS PAS PAS BANGET.. hahahaha hajaarr.. balas dendam gue defisit kopi nih selama 1 minggu di Phuket. Tapi begitu gue gulain dan diaduk, laaah udah panggilan buat boarding.. wadoh pegimana inih.. ya udah deh kita jalan dulu ke gate. megang kopi masih penuh dan baru diseruput dikit. Lalu dipersilahkan seat 1-5 untuk masuk lebih dulu, berhubung kita seat 1, masuk duluan deh, megang itu kopi, dan lolos aja.. YAY asyik, nggak kayak Terminal 3 Soekarno-Hatta… minuman dilarang.. huh nggak asyik.

Pesawat kita on time flight 19:20, dan touch down di Jakarta juga on time…

Back to reality…

cari duit lagi buat next trip….

 

SUMMARY

Kontak Mrs Ladda:
billyladda<AT>windowslive<DOT>com
Mobile: +66 894847070
Pin Blackberry: 27085B46

Traveller:
1. Gue
2. Ranny (Istri Gue)
3. Raka (18 bulan)
4. Novan (15-18 April)
5. Fifi (15-18 April)

Kurs Baht saat travelling: 304
Kurs Dollar saat travelling: 9220
Laundry Kiloan : 50 Baht per Kg

Hotel:
C&N Hotel Patong
http://www.cnhotelpatong.com/index.php
Ivory Phi Phi
http://ivoryphiphi.com/

Mode Transportasi yang digunakan:
- Jalan Kaki
- Mobilnya NeNee
- Mobilnya Billy
- Sea Angel Cruise
- Big Boat Ferry
- Long Tail Boat
- Truk Safari
- Toyota Commute
- Gajah
- Kapal Junk
- Air Asia of course…

Karena Raka masih ASI, Selama Liburan Sudah pernah nenen di:
- Mobil/Truk Safari
- Kapal Junk
- Kapal Sea Angel Cruise
- Mobil transfer dari Safari ke Hotel
- Mobilnya Billy
- Long Tail Boat (Monkey Beach, Pileh Bay, Maya Beach)

Selama 6 hari 5 malam, Raka hanya membutuhkan tepat 17 popok (1 bungkus yang isi 14 bawa dari indo dan 1 bungkus isi 3 beli di 7Eleven Patong)
dan juga dipersenjatai dengan kantong kresek ukuran sedang warna hitam untuk membungkus popok kotor raka, berguna juga agar baunya tidak kemana-mana