udah lama gak nulis. makin hari makin harus pinter2 cari-cari waktu luang. raka udah makin pinter, udah makin besar dan waktu tidur nya pun udah makin berkurang. jadi saat dia tidurlah, gue bisa curi-curi waktu. ya entah itu sekedar main game, browsing, baca buku, nge-teh, ataupun blogging kayak gini.

jadi pengen cerita sedikit nih, disaat merasa weak, alloh selalu memberi jalan dimana mata gue terbuka dan menyadari bahwa gue gak selemah yang gue kira.

 

saat kemarin dapet bbm dari seorang teman ( again ) , yeah shes my highschool friend. shes one of my bestfriends. anaknya seumuran sama raka, tapi babynya cewe. shes a working mom. but still live near her parents.

and suddenly she said….”gue lagi bete nihh, besok udah mulai kerja padahal masih pengen liburan dan masih pengen bareng-bareng anak gue” “males banget deh”

terus dengan cueknya gue bales ” yaa dirumah aja dong, ga usah kerja. kayak gue “:p

 

terus dia bales “dulu gue pernah nyoba berhenti kerja dan dirumah aja, tapi baru beberapa hari gue gak kuat. penatttt bangetttt”

dalem hati, seriously?? apakabar lu jadi gue dong?

meaning : gue aja yang tinggal jauh dari orang tua ( yeah i know bandung-jakarta is not that far, tapi gak bisa dilewatin dengan naik 2 x angkot kan?) tinggal jauh dari teman-teman, tinggal jauh dari saudara-saudara, masih bisa struggle. jadi fulltime mom itu gak gampang, gampang stress. gampang marah. dan lagi harus membesarkan anak di lingkungan keluarga suami. tanpa ada campur tangan keluarga sendiri. but i still fine and OK!

because i have  the world most sweetest family in law. the best humble mother in law in the world. she treated me as her biological daughter. and im so grateful for that. she never judge me for what i did, she told me that she loves me. and talk to me so gently. dan untungnya dapet suami yang selalu jadi pendengar yang baik dan sangat pengertian. tiap wiken kita selalu nyempetin untuk keluar, jalan-jalan bertiga. dan he knows about “me time’ thing. :))

that what makes me strong and careless about being faraway from my family and friends.

 

kembali ke kasus temen gue tadi, yeah i wont deny that sometime, i felt the same way too. bored, depressed. i missed my family. but now im always trying to convince myself that. its not my time, waktu gue sekarang adalah untuk membesarkan raka dalam keluarga yang hangat, membesarkan raka dengan penuh kasih sayang. 100% concern terhadap tumbuh kembangnya, 100% concern terhadap asupan gizinya.

 

gue akan berusaha mengesampingkan keinginan dan ego gue. karna im not who i were before. i now  a mom. its not about me anymore. but its about my child. our chilld.

 

dan teman gue itu, harusnya lebih bisa kuat dong. karna dia dekat dengan keluarga nya, dia dekat dengan teman-temannya, dekat dengan saudara-saudaranya. tapi dia bilang dia gak sanggup. deep inside my heart, gue merasa bangga dan merasa termotivasi. yes here i am. im strong. 😀

Leave a Comment

Start typing and press Enter to search